Tersangka Pembantaian Keluarga Bos Angkot Balikpapan Dibekuk  

Reporter

ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

TEMPO.CO, Balikpapan - Aparat Kepolisian Resor Balikpapan Kalimantan Timur membekuk tiga tersangka pembantaian satu keluarga bos angkutan kota (angkot), Ahad, 26 Februari 2017. Tersangka membunuh Mulyadi, 64 tahun, dan Putra Susilo, 4 tahun, di rumah korban di Jalan Gang Merpati RT 31, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan, Selasa lalu.

“Setelah melakukan investigasi mendalam berhasil ditangkap para tersangka yang diduga sebagai pelaku pembunuhan ini,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Komisaris Besar Tommy Winstons Watuliu, Ahad.

Tommy mengatakan penyidikan kasus pembunuhan ini melibatkan tiga unsur satuan tugas, yaitu Polda Kalimantan Timur, Polres Balikpapan, dan Polres Penajam Paser Utara. Dalam upaya mengaburkan kasusnya, para tersangka membuang mayat korban ketiga yang juga istri Mulyadi, Lasiem, 24 tahun, di Penajam Paser Utara.

Sementara ini hasil penyidikan menunjukkan lokasi pembantaian di rumah korban menggunakan senjata tajam. Pelaku menghabisi nyawa keluarga bos angkot, selanjutnya membuang mayat salah satu korban ke wilayah Penajam Paser Utara.

“Kami sedang melakukan penyelidikan kasus pembantaian keluarga dan mendapatkan laporan adanya mayat korban lainnya di Penajam. Ini menjadi informasi penting untuk mengungkap kasusnya,” ujar Tommy.

Satuan Reserse Kriminal Polres Balikpapan selanjutnya menangkap tiga tersangka yang diduga kuat menjadi pelaku utama pembunuhan bos angkot ini. Salah satu di antara tersangka adalah anak tiri korban.

“Hubungan antara para tersangka adalah sesama pedagang asongan makanan di Balikpapan. Mereka diduga berkomplot untuk menghabisi nyawa keluarga Mulyadi,” ujar Kapolres Balikpapan Ajun Komisaris Besar Jeffery Dian Juniarta.

S.G. WIBISONO






Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

1 hari lalu

Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

Mohammed bin Salman punya kekebalan hukum setelah diangkat menjadi perdana menteri Kerajaan Arab Saudi.


DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

1 hari lalu

DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

Orgenes mengatakan kebiadaban KKB di wilayah itu sangat mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat sipil pada umumnya.


Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

3 hari lalu

Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akhirnya ditahan karena pembunuhan Brigadir J. Kak Seto minta negara melindungi anak Putri dan Sambo.


Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

5 hari lalu

Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

Pembunuhan terhadap pekerja jalan transpenghubung Kabupaten Bintuni dan Maybrat itu terjadi pada Kamis kemarin.


Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

6 hari lalu

Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

Bharada E disebut dalam keadaan sehat dan didampingi psikolog serta rohaniwan. Bersiap hadapi sidang kasus pembunuhan Brigadir J.


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

11 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

14 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

14 hari lalu

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.


Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

14 hari lalu

Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

Komisioner Komnas HAM mengatakan diskusi untuk merencanakan pembunuhan itu diduga telah dilakukan beberapa kali oleh pelaku.


Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

18 hari lalu

Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

Kantor Presiden Rusia membantah Vladimir Putin telah menjadi target pembunuhan.