LBH Desak Jokowi Ingatkan Janji Raja Arab ke 33 Korban Crane  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badai di Mekkah menyebabkan alat berat crane roboh dan menimpa jamaah haji di Masjidil Haram, Jumat (11/9). Beberapa jamaah haji terluka. (Dok. Zulhamdi)

    Badai di Mekkah menyebabkan alat berat crane roboh dan menimpa jamaah haji di Masjidil Haram, Jumat (11/9). Beberapa jamaah haji terluka. (Dok. Zulhamdi)

    TEMPO.CO, Padang - Kerajaan Arab Saudi belum memenuhi janjinya untuk memberikan asuransi dan santunan kepada korban crane jatuh di Mekkah, Arab Saudi pada September 2015 lalu. Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia bisa menjadi momentum untuk mengingatkan janjinya kepada korban yang hingga hari ini belum ditepati.

    "Kami (LBH Padang) atas nama korban crane Zulfitri Zaini, kembali mengingatkan Raja Arab Saudi terhadap janjinya sendiri," ujar Direktur LBH Padang Era Purnama Sari, Ahad 26 Februari 2017.

    Baca juga: Raja Arab ke Indonesia, LBH Tagih Janji ke Para Korban Crane

    Zulfitri merupakan salah satu korban jatuhnya crane di Mekkah, Arab Saudi, asal Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Saat dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, pemerintah Arab Saudi berjanji memberikan asuransi dan santunan sebesar satu juta riyal atau sekitar Rp 3,8 miliar. Namun sejak kembali ke Tanah Air pada 2 Oktober 2015 hingga sekarang, Zulfitri belum mendapatkannya.

    Padahal, puing-puing besi crane itu melukai pergelangan tangan sebelah kiri, dan lengan sebelah kiri mengalami luka sobek cukup dalam. Begitu juga dengan kaki kanannya, sehingga harus diamputasi.

    Pada 2016, ia telah melakukan dua kali operasi, mencabut pen yang dipasang pada pergelangan tangan kiri dan operasi akibat tumbuhnya benjolan pada bekas luka bagian lengan korban. Korban juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap kaki dan membuat kaki palsu sebesar Rp 28.500.000.

    "Presiden Jokowi harus mendesak Raja Arab untuk segera menepati janjinya terhadap korban kecelakaan crane. Ada 33 jemaah haji asal Indonesia yang menunggu pertanggungjawaban Pemerintah Arah Saudi. Presiden tak boleh lupakan itu," ujar Era.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.