Polisi Sita Sabu Senilai Rp 3,6 Miliar, Diduga dari Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian menghadirkan tersangka beserta barang bukti sabu-sabu saat rilis sindikat pengedar narkoba jaringan internasional di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 24 Agustus 2016. Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri mengamankan tiga sindikat pengedar narkoba jaringan Internasional. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas kepolisian menghadirkan tersangka beserta barang bukti sabu-sabu saat rilis sindikat pengedar narkoba jaringan internasional di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 24 Agustus 2016. Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri mengamankan tiga sindikat pengedar narkoba jaringan Internasional. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Resor Dumai menyita narkoba jenis sabu seberat 3,3 kilogram dalam aksi penggerebekan di rumah pengedar Samsul Bahri alias Zul Aceh, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ikhsan, Dumai. Namun polisi gagal menangkap Samsul yang memiliki sabu senilai Rp 3,6 miliar itu karena tidak berada di tempat.

    "Hasil penyelidikan, pelaku saat ini berada di Malaysia," kata Kepala Kepolisian Resor Dumai Ajun Komisaris Besar Donald Happy Ginting, Sabtu, 25 Februari 2017.

    Baca juga:

    Tembak Mati Bandar Narkoba, Polda Sita Sabu Rp 17 Miliar
    Polisi Bakar Bilik Nyabu Si Markawi Bandar Narkoba Sabu-Sabu

    Donald menjelaskan, penggerebekan dilakukan sekira pukul 09.00, Sabtu pagi, menyusul adanya informasi dari masyarakat. Warga yang resah dengan seringnya transaksi narkoba di rumah pelaku melapor ke polisi.

    Begitu mendapat laporan kata dia, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah pelaku. Pelaku menemukan sejumlah barang bukti tiga paket besar sabu seberat 3 Kg dan tiga paket sedang seberat 300 Kg dengan total 3,3 Kg senilai Rp 3,3 miliar.

    Baca pula:

    BNN-Bea & Cukai Atasi Penyelundupan 13,5 Kg Sabu dari Malaysia
    Sabu-sabu Diduga Banyak di Pedesaan Kabupaten ...

    Namun dalam penggerebekan itu, polisi tidak menemukan pelaku. Hanya ada menantu pelaku bernama Yeni Susanti yang saat ini masih berstatus sebagai saksi. Sementara pelaku saat ini tengah berada di Malaysia.

    "Selanjutnya petugas membawa barang bukti beserta saksi ke Polres Dumai untuk pengembangan lebih lanjut," ujarnya.

    Polisi hingga kini masih terus melakukan penyelidikan dan mendalami keterlibatan pihak lainnya. Diduga barang haram itu diselundupkan dari Malaysia. "Kasus masih terus kami selidiki," tukasnya.

    RIYAN NOFITRA

    Simak: Anak-anak Kerap Dijadikan Kurir Narkoba, Mensos: Modusnya...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.