Prabowo: Gerindra Menang di 45 Daerah Penyelenggara Pilkada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan keterangan di kantor DPP Gerindra, Jakarta, 2 Desember 2016. INGE KLARA/TEMPO

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan keterangan di kantor DPP Gerindra, Jakarta, 2 Desember 2016. INGE KLARA/TEMPO

    TEMPO.CO, Palu - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto mengemukakan bahwa calon-calon yang diusung partai ini pada pilkada serentak 15 Februari 2017 memenangkan kompetisi di 45 kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia.

    "Ada 101 daerah yang menggelar pilkada, 85 di antaranya sudah menetapkan hasil peroleh suara. Dari 85 daerah itu, kita menang di 45 kabupaten/kota dan tiga provinsi," katanya pada orasi politik di hadapan ribuan kader Partai Gerindra Sulawesi Tengah di Kota Palu, Sabtu petang, 25 Februari 2017.

    Baca : Prabowo Minta Maaf ke Warga Jakarta Pernah Mencalokan Ahok

    Sebelum orasi, Prabowo meresmikan kantor DPD Gerindra Sulawesi Tengah, melantik pengurus DPD Gerindra Sulteng periode 2016-2021 yang diketuai Longki Djanggola yang juga Gubernur Sulawesi Tengah dan membuka Rakerda Partai Gerindra Sulteng yang beragenda pokok menyusun strategi pemenangan pemilu legislatif dan Pilpres 2019.

    Khusus untuk pemilihan gubernur 2017, dari tujuh daerah yang menyelenggarakan, kader Gerindra menang di tiga daerah. Mudah-mudahan Gerindra juga menang dalam Pilgub DKI Jakarta, ujar pemimpin partai yang mengusung Anis Baswedan-Sandiaga Uno dalam pilgub DKI itu.

    "Pada pilkada serentak 2015, Gerindra menang pada 45 persen daerah penyelenggara, sedang tahun ini naik menjadi 50 persen, sedangkan pilgub 2015, Gerindra menang pada 70 persen daerah," ujarnya lagi.

    ANTARA

    Simak pula : Mantan Gubernur Irwandi Yusuf Kembali Berjaya di Provinsi Aceh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.