Pintu Khusus Difabel Taman Sri Baduga Tersedia  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selain mengantisipasi ledakan jumlah penonton, penataan pintu masuk dan keluar Taman Sri Baduga juga untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pelancong.

    Selain mengantisipasi ledakan jumlah penonton, penataan pintu masuk dan keluar Taman Sri Baduga juga untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pelancong.

    INFO PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memenuhi janjinya menambah dan membuat pintu khusus untuk penonton berkebutuhan khusus di destinasi Taman Air Mancur Sri Baduga. Saat meninjau  pembuatan penambahan pintu gerbang baru tersebut, Sabtu siang, 25 Pebruari 2017, Kang Dedi mengatakan, pada pertunjukan atraksi air mancur berjoget malam ini, semua pintu sudah bisa dipakai."Supaya selesai cepat, tim bekerja seperti kerjanya Sangkuriang," ujar Kang Dedi.

    Ia menjelaskan, di pintu timur, buat umum, yang semula tidak ada lajur antri, kini dibuat enam jalur antri, masing-masing sayap kiri-kanan tiga lajur antrian. Sementara pintu barat buat keluar didesain sama. "Ada pun buat kaum difabel, ibu hamil, anak-anak dan lansia, pintu masuknya disiapkan di pintu baru utara dan keluar di pintu selatan, masing-masing dengan dua lajur antrian. Terpisah dan aman," ujar Dedi.

    Penataan pintu masuk dan keluar tersebut, jelas Dedi, kecuali mengantisipasi ledakan jumlah penonton juga ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan buat para pelancong. 

    "Insya Allah, peristiwa seperti yang terjadi saat peresmian pekan lalu tidak akan terjadi lagi," tutur Kang Dedi. Pada saat peresmian air mancur termegah dan terbesar se-Asia Tenggara yang dilakukan Menteri Pariwisata Arif Yahya, tersebut, terjadi insiden saling berdesakan dan aksi saling dorong sehingga menimbulkan seorang penonton meninggal dunia dan belasan lainnya pingsan.

    Selain penambahan pintu masuk dan keluar, juga dilakukan penambahan personel pengamanan. "Pokoknya, soal layanan, kami pastikan lebih baik dari sebelumnya," ujar Kang Dedi.

    Menurut Kepala Bidang Humas Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Purwakarta, Hendra Fadly, pertunjukan air mancur berjoget malam ini dilakukan dalam tiga sesi dimulai jam 19.30 - 22.00 dengan durasi atraksi selama 30 menitan. Buat yang tak kebagian antrian, panitia menyediakan tiga layar lebar ukuran 2X7 meter, dua titik di arah pintu masuk satunya lagi di pintu keluar."Pertunjukan tetap digratiskan," ujarnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.