Penolakan Penista Agama, Menteri Imbau Jaga Persaudaraan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin setiba di Tanah Air usai kunjungannya ke Arab Saudi, memberikan konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin setiba di Tanah Air usai kunjungannya ke Arab Saudi, memberikan konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau semua pihak untuk bisa menahan diri agar tidak menyampaikan ujaran atau memasang spanduk yang merusak persatuan umat dan bangsa. Imbauan itu disampaikan Lukman lantaran ada rumah ibadah yang memasang spanduk bertuliskan, “Masjid ini tidak mensalatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama”.

    Kementerian mengajak seluruh umat beragama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai tempat saling merekatkan persaudaraan dan memperkokoh aspek kemanusiaan. Menurut dia, rumah ibadah harus dijadikan tempat paling aman. “Tidak boleh justru menjadi tempat sumber munculnya keresahan dan pertikaian antarkita,” ujar Menteri Lukman menyampaikannya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 Februari 2017.

    Baca:
    Tolak Salatkan Pemilih Ahok, Al-Jihad: Bukan Soal Politik
    Masjid Tolak Salatkan Pemilih Ahok, Begini Reaksi Warga

    Sejumlah spanduk yang berpotensi menganggu kerukunan beragama muncul. Ada spanduk yang terpasang dengan tulisan, “Masjid ini serta seluruh jamaah masyarakat muslim yang patuh dan taat kepada Kitab Suci Alquran Surat At Taubah ayat 84 tentang orang munafik tidak akan mensalatkan, mentahlilkan, dan membantu pengurusan jenazah orang-orang munafik yang membela dan mendukung penista agama”.

    Menteri mengatakan dalam suasana dan tensi politik yang kian meninggi, umat beragama harus dapat menempatkan ajaran agama sebagai faktor perekat ikatan persaudaraan sebangsa. Nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi arah pengamalan ajaran agama sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

    Baca juga:
    Lawatan Raja Arab, Angkasa Pura: Rute ke Bali Akan Terganggu
    Bercanda Bawa Bom, Penerbangan Wings Air Manado Ditunda

    Untuk itu, Lukman mengajak seluruh penanggung jawab, pengurus, dan pengelola rumah ibadah untuk tidak menjadikan rumah ibadah sebagai tempat yang bisa memicu konflik antarsesama umat beragama. “Janganlah perbedaan pilihan politik dan keyakinan paham keagamaan sampai memutus hubungan persaudaraan kita seagama, sebangsa, dan persaudaraan sesama umat manusia.”

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.