Ke Balai Kota, Sekjen PDIP Makan Siang dan Lihat Kerja Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus PDIP, Hasto Kristiyanto, seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Politikus PDIP, Hasto Kristiyanto, seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengunjungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota. Hasto mengatakan kunjungannya tersebut untuk melihat langsung kinerja Ahok sebagai gubernur.

    "Ya, kami kemarin makan siang dengan Pak Ahok. Makan siang di Balai Kota sekaligus, ketika dia sebagai gubernur kan belum datang ke mari," ujar Hasto di Balai Kota, Jumat, 24 Februari 2017.

    Baca: Jika Lolos ke Putaran Kedua, Ahok-Djarot Diminta Cuti Lagi

    Hasto beralasan tidak ada hal yang penting, sehingga dia harus datang ke Balai Kota. Menurut dia, setiap orang boleh mendatangi kantor gubernur dengan berbagai kepentingan. "Ini kan Balai Kota, kantor seluruh warga. Warga ibu kota ke sini, boleh-boleh saja," ujarnya.

    Saat ditanya soal strategi pemenangan Ahok dalam pemilihan kepala daerah 2017, Hasto enggan berkomentar. "Ya nantilah, kalau di Balai Kota kita bicara kebijakan-kebijakan pak gubernur, kita enggak bisa kampanye-kampanye. Nanti tim yang membahas," ucapnya.

    Baca: Jika Menang Pilkada DKI, Ahok Janji Tak Maju di Pilpres 2019

    Hasto mengaku terkesan ketika berada di dalam ruang kerja Ahok dan melihat suasana kerja di tempat itu untuk kali pertama. Hasto melihat hubungan Ahok dan stafnya yang sangat luwes, tanpa memandang status. Semuanya bisa saling berinteraksi dengan leluasa.

    "Ini merupakan hubungan yang tidak melihat atasan dan bawahan. Ini hubungan kerja, hubungan simbiosis mutualisme. Itu sisi positif kepemimpinan Basuki yang saya lihat tadi di dalam," kata Hasto.

    Tak berselang lama, Hasto meninggalkan Balai Kota dengan menggunakan mobil pribadinya. Kepergian Hasto kemudian disusul oleh Ahok. Saat ditanyakan tentang tujuan kepergiannya, keduanya tak memberikan jawaban sepatah kata pun.

    LARISSA HUDA

    Simak pula: Kasus Ipar Jokowi, Busyro: Semoga KPK Makin Ekstra Independen

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.