Polri Cek Kesiapan Jalur Mudik Lebaran, Ini Hasil Awalnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melaju di jalur selatan Kampung Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Pada H+3 arus balik Lebaran, pemudik yang melintas di jalur selatan meningkat tajam, sehingga antrean kendaraan mencapai puluhan kilometer. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Sejumlah kendaraan melaju di jalur selatan Kampung Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Pada H+3 arus balik Lebaran, pemudik yang melintas di jalur selatan meningkat tajam, sehingga antrean kendaraan mencapai puluhan kilometer. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Tasikmalaya -Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa bersama rombongan melakukan pengecekan jalur arus mudik Lebaran 1438 Hijriah pada Kamis 23 Februari hingga Sabtu 25 Februari 2017.

    Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) bersama rombongan yang terdiri atas perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Jawa Barat, dinas perhubungan beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat , Bina Marga dan Jasa Marga memulai perjalanan dari Jakarta ke arah Bandung (Jawa Barat).

    Ia mengecek kondisi Jembatan Cisomang yang menghubungkan Purwakarta - Bandung. Dalam kesempatan tersebut, jenderal bintang dua itu menyatakan bahwa jembatan tersebut sudah boleh dilewati oleh bus berpenumpang.

    Dari Cisomang, Kakorlantas beserta rombongan meneruskan perjalanan melalui Jalur Selatan Jawa Barat.

    Baca : Jalur Tegal-Purwokerto Diperbaiki, Truk Dilarang Melintas

    Jalur Selatan masih menjadi pilihan para pemudik ketika mudik Lebaran. Oleh karena itu, Korlantas dan dinas terkait berupaya mempersiapkan berbagai hal agar pemudik bisa lebih nyaman menggunakan jalur selatan sebagai alternatif rute pulang kampung.

    Irjen Royke mengecek titik-titik kemacetan di sejumlah tikungan, persimpangan jalan dan pasar tumpah di Bandung, Nagreg, kemudian Limbangan dan Simpang Malangbong di Garut, Gentong (Tasikmalaya) hingga Banjar.

    "Polres Bandung, Polres Tasik, Polres Garut, pemda setempat dan kepala dishub akan memberlakukan rekayasa terbatas, traffic barrier, sistem buka tutup dengan parameter panjang antrian. Sudah dipersiapkan dengan baik," ujarnya, Jum'at, 24 Februari 2017.

    Saat melewati wilayah Limbangan, ia menemukan potensi kemacetan yakni keberadaan andong (delman)dan becak.

    Simak juga : Ahok-Djarot Dilaporkan ke Polisi Soal Wi-Fi Al-Maidah

    Banyaknya penarik andong dan becak di daerah tersebut diperkirakan bisa menimbulkan kemacetan parah saat musim mudik tiba.

    Pihaknya pun berkoordinasi dengan pemda setempat agar dapat memberikan kompensasi kepada para penarik andong dan becak agar pada H-7 hingga H+7 Lebaran 1438 Hijriah, mereka tidak beroperasi.

    "Ada beberapa hambatan samping, diantaranya keberadaan andong dan becak. Solusinya, berikan kompensasi pada mereka agar tidak beroperasi pada masa mudik. Jangan beroperasi dulu, apalagi ngetem," ujarnya.

    Setelah mengecek kesiapan di Jalur Selatan Jawa Barat, Kakorlantas bersama rombongan akan mengecek kesiapan Jalur Pantura. Sejumlah titik yang akan ditinjau diantaranya Slawi (Tegal) dan Brebes untuk meninjau flyover dan underpass, perlintasan kereta api Kretek, Dermoleng, Kesambi dan Prupuk.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.