Lombok Tawarkan Bisnis Wisata Halal ke Raja Arab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asing menikmati sore dari atas kapal pinisi dalam trip Sail Komodo di Labuhan Lombok, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (12/8). TEMPO/ Nita Dian

    Wisatawan asing menikmati sore dari atas kapal pinisi dalam trip Sail Komodo di Labuhan Lombok, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (12/8). TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.COMataram - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia menawarkan potensi Kawasan Pariwisata Mandalika Lombok (KPML) di Lombok Tengah kepada rombongan Raja Arab yang akan berkunjung ke Indonesia. Dijadwalkan ITDC akan mengikuti pertemuan yang berlangsung di Jakarta, 1-3 Maret 2017.

    "Yang kami tawarkan Mandalika," kata Direktur Pengembangan ITDC Edwin Darma Setiawan, Kamis, 23 Februari 2017. ITDC adalah BUMN yang mengelola kawasan pariwisata di Bali, Lombok, Singosari, dan beberapa obyek wisata lain di Sumatera.

    Menurut dia, tidak mudah menjalin hubungan bisnis dengan Raja Arab. "Harus melalui jalur kerajaan," ucapnya.

    Baca juga:
    Tujuh Hotel Bali Disiapkan untuk 1.500 Rombongan Raja Arab
    Saat Raja Arab Tiba, Bandara Halim Akan Disterilkan 45 Menit

    Edwin menjelaskan, Lombok Tengah, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2009, memegang hak mengelola kawasan wisata Mandalika seluas 1.175 hektare. Mandalika adalah satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas setelah Bali, yang dikembangkan pariwisatanya agar menjadi sumber devisa utama negara.

    Sebelumnya, ITDC kedatangan 10 orang duta besar negara sahabat asal Timur Tengah yang mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan Sentra Industri Tenun Ikat di Lombok Tengah, juga pembudidayaan mutiara Autore Pearls di Teluk Nara, Kabupaten Lombok Utara. Salah satunya Osama Mohammad Abdullah Al-Shuibi (Saudi Arabia).

    Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Moh. Faozal menyatakan kesiapannya jika ada penjajakan dari rombongan Raja Arab ke Lombok. Ia memaklumi jika ada keterbatasan bandara dan hotel berbintang yang dinilai layak untuk menjamu kunjungan tersebut. "Kalau belum didatangi, walau Lombok menjadi destinasi halal, itu semata urusan kelayakan keamanan dan kenyamanan," ucapnya. Sebab, anggota rombongan Raja Arab berjumlah 1.500 orang dan menggunakan pesawat berbadan lebar.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.