Kasus Mapala UII, Polisi: Panitia Berupaya Hilangkan Bukti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa bekas perapian di lokasi Diksar Mapala Universitas Islam Indonesia di Watu Lumbung, Karanganyar, 26 Januari 2017. Kegiatan Diksar Mapala UII ini berhujung tewasnya tiga peserta. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Polisi memeriksa bekas perapian di lokasi Diksar Mapala Universitas Islam Indonesia di Watu Lumbung, Karanganyar, 26 Januari 2017. Kegiatan Diksar Mapala UII ini berhujung tewasnya tiga peserta. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.COKaranganyar - Kepolisian Resor Karanganyar menemukan bukti baru terkait dengan kasus Pendidikan Dasar TGC XXXVII Mapala Universitas Islam Indonesia (UII). Bukti itu ditemukan setelah Laboratorium Forensik cabang Semarang memulihkan foto dan video dari hard disk komputer dan kartu memori kamera milik panitia Diksar Mapala UII.

    "Saat disita, file yang ada di dalamnya kosong. Diduga telah dihapus sebelum kami sita," kata Kepala Polres Karanganyar Ajun Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak, Kamis, 23 Februari 2017.

    Baca: Kasus Mapala UII, Ini Dua Hukuman Senat buat Panitia 

    Menurut Ade, isi foto dan video yang diambil selama kegiatan diksar berlangsung memang sangat relevan sebagai barang bukti. "Melihat dari isinya, kekerasan dalam kegiatan diksar itu memang benar-benar ada dan terekam," ujarnya.

    Polisi menganggap bukti yang ditemukan dalam peralatan komputer serta kamera itu sangat penting dalam proses penanganan kasus tersebut. Menurut Ade, bukti itu juga mendukung penetapan tersangka baru dalam kasus penganiayaan tersebut.

    Sebelumnya, sebanyak 37 peserta yang mengikuti pendidikan dasar di lereng Gunung Lawu, Desa Tlogodlingo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu terdiri atas 34 laki-laki dan tiga perempuan. Tiga peserta meninggal usai mengikuti diksar mapala tersebut. Mereka adalah Muhammad Fadli, 20 tahun, dari Batam; Syaits Asyam (20) dari Sleman; dan Ilham Nurpadmy Listia Adi (20) dari Lombok Timur.

    Polisi telah menetapkan dua anggota panitia sebagai tersangka dan telah melakukan penahanan. Polisi juga telah menyita sejumlah alat bukti, termasuk hasil otopsi serta benda-benda yang diduga digunakan untuk tindak kekerasan oleh tersangka terhadap peserta diksar.

    AHMAD RAFIQ

    Baca: Kasus Mapala UII, 2 Tersangka Dianggap Tertutup 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.