Langkah Politik Gede Pasek Suardika, Berlabuh di Hanura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu, 22 Februari 2017, punya magnet sendiri, khususnya dalam bidang politik. Kemarin, Partai Hati Nurani Rakyat melantik 147 pengurus dewan pimpinan pusat periode 2016-2020 dengan Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) yang menggantikan Wiranto.

    Jajaran kepemimpinan juga diisi selebritas, antara lain penyanyi Krisdayanti sebagai Ketua DPP Hanura Bidang Ketua Bidang Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Kesenian, dan Kebudayaan. Selain itu, Gede Pasek Suardika, mantan Ketua DPP Partai Demokrat Divisi Komunikasi Publik, mendapat perhatian setelah menjabat Wakil Ketua Umum Hanura.

    Baca juga: Wiranto Minta Kader Ikhlas Terima Eks Politikus Demokrat

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto meminta kader partainya ikhlas menerima Gede Pasek menjadi Wakil Ketua Umum Hanura yang baru. "Harus ikhlas. Kalau enggak, bagaimana partai mau maju?" kata Wiranto saat dicegat di Istana Kepresidenan, Jumat, 13 Januari 2017.

    Gede Pasek, yang saat ini menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Provinsi Bali, telah menjalani pergantian antarwaktu sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat. Surat penggantian Gede Pasek tertanggal 13 Januari 2014.

    Baca pula:
    Jokowi Terpingkal-pingkal, Apa Isi Pidato Ketua Umum Hanura?
    Gelak Tawa Oesman Sapta dan Ahok di Acara Partai Hanura

    Kedekatan Gede Pasek dengan mantan Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum telah diketahui umum. Gede Pasek yang mengantarkan Anas untuk diperiksa KPK. Anas kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi terkait dengan proyek Hambalang pada Februari 2013. Selain itu, ia menjadi Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pergerakan Indonesia yang didirikan Anas.

    Kemudian Gede Pasek dicopot dari posisi struktural Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat. Perubahan struktur Partai Demokrat dilakukan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya baru tahu (dicopot) dari media massa. Belum ada komunikasi soal ini," ujarnya, Ahad, 21 April 2013. "Kami ini kan ibaratnya cuma pemain bola. Kalau diturunkan pelatih, ya ikut saja. Kalau dicadangkan, tidak masalah. Disuruh jadi juru sorak juga ikut saja."

    Simak:
    Alasan Hanura Pilih Oesman Sapta sebagai Pengganti Wiranto
    SBY Copot Gede Pasek dari Struktur Demokrat

    Gede Pasek pun pernah akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres di Surabaya pada 2015. Ia menyatakan siap bersaing dengan Ketua Umum Demokrat saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya kalau sudah mengayunkan langkah untuk maju, ya, tetap akan saya ayunkan," tuturnya. Ia ketika itu mengaku didukung 161 mantan ketua DPC yang telah dipecat menjelang pelaksanaan kongres.

    Mantan Ketua Komisi Hukum DPR ini pun pernah mengungkapkan posisinya antara SBY dan Anas. "Bagi saya, SBY itu guru saya, Anas (Urbaningrum) sahabat saya. Masalah keduanya ada pada posisi berhadapan itu soal lain. Saya memandangnya sama," katanya.

    Dan pada Rabu, 22 Februari 2017, Gede Pasek dilantik menjadi Wakil Ketua Umum Hanura, partai baru tempatnya berlabuh meneruskan langkah politiknya.

    S. DIAN ANDRYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.