Lahan Sawah Makin Menyusut, DPRD Karawang Bentuk Pansus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi panen/sawah.  ANTARA/Dedhez Anggara

    Ilustrasi panen/sawah. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Karawang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karawang membentuk panitia khusus untuk menangkal alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Karawang. Tim itu rencananya mempercepat proses pembuatan peraturan daerah tentang penetapan dan alih fungsi lahan pertanian berkelanjutan (LP2B).

    Ketua panitia LP2B, Danu Hamidi, menjelaskan, perlindungan lahan pertanian pangan praktis perlu dilakukan lantaran luas sawah di Karawang terus menyusut akibat alih fungsi lahan. Hal itu berdampak pada hasil produksi padi yang terus menurun setiap tahun. Berdasarkan data Dinas Pertanian setempat, produksi padi di Kabupaten Karawang selalu berkurang hingga 1 juta ton per tahun.

    Penurunan produksi padi di Karawang membuat dewan khawatir lantaran Karawang sudah tidak menjadi penghasil padi terbesar di Jawa Barat. Kini, jumlah produksi padi Karawang menempati urutan keempat di Jawa Barat. “Kalah oleh Indramayu dan Subang. Itu yang menjadi kekhawatiran kami,” kata Danu kepada Tempo, Rabu, 22 Februari 2017.

    Pada akhir 2016, target produksi padi ditetapkan mencapai sekitar 1,3 juta ton. Sedangkan pada 2015, target produksi padi di Karawang sekitar 1,4 juta ton. Begitu juga dibandingkan dengan 2014. Pada tahun itu, Karawang menghasilkan padi sebanyak 1.489.871 ton.

    Penurunan produksi padi itu , menurut Danu, tak lepas dari menyusutnya luas lahan sawah di Kabupaten Karawang. Sampai saat ini, data luas sawah di Karawang masih simpang siur.

    Dinas pertanian Karawang mencatat sawah yang tersisa di Karawang mencapai 89.500 hektare. Adapun berdasarkan citra satelit yang dilakukan Lapan, luas sawah mencapai 102 ribu hektare.

    Danu mendesak dinas pertanian supaya segera menghitung ulang luas sawah yang tersisa di Karawang. Ia ragu data luas sawah bisa bertambah. “Padahal perluasan lahan permukiman dan zona industri yang terus tumbuh pasti membuat sawah berkurang,” katanya. “Kami minta kepastian data. Dalam sepekan, data real harus sudah kami terima.”

    Untuk mengetahui lahan yang tergerus, Dewan meminta Dinas Perizinan membuka data perizinan pendirian pabrik dan perumahan. “Bisa diketahui pihak mana saja yang membuat sawah di Karawang menyusut,” kata Danu.

    HISYAM LUTHFIANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.