Bertemu Petinggi Militer AS, Panglima Gatot Bahas Intelijen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat bertemu Commanding General US Army Pasific(USARPAC)Jenderal Robert Brown di Mabes TNI Cilangkap, 21 Februari 2017. Pusat Penerangan Mabes TNI

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat bertemu Commanding General US Army Pasific(USARPAC)Jenderal Robert Brown di Mabes TNI Cilangkap, 21 Februari 2017. Pusat Penerangan Mabes TNI

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menerima kunjungan resmi Commanding General United States Army Pasific, Jenderal Robert Brown, dalam penguatan kerja sama militer Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam pertemuan itu, Gatot sempat menekankan pentingnya pertukaran informasi intelejen kedua negara.

    “TNI harus berkerja sama dengan AS tentang penanganan terorisme, terlebih saat ini kelompok milisi ISIS telah menyebar keluar wilayah, termasuk wilayah Asia Tenggara,” kata Gatot saat bertemu Brown di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 21 Februari 2017.

    Menurut Gatot, terdapat dua jalur ekonomi utama yang rawan terusik oleh aksi terorisme, yaitu jalur Selat Malaka dan Selat Sulawesi.Hubungan militer kedua negara, khususnya soal pertukaran intelejen diperlukan untuk mengatasi kerawanan di jalur tersebut.

    Gatot pun sempat membicarakan kerja sama di bidang pendidikan, yang juga dalam rangka memperkuat hubungan militer kedua negara. “Ada lebih banyak pertukaran personel TNI untuk mengikuti pendidikan, baik militer maupun lembaga lainnya di AS,” ujarnya.

    Baca : LPSK Bicara Tentang Terorisme pada ASEAN Regional Forum

    Tak lupa dia menyampaikan apresiasi atas bantuan alat utama sistem pertahanan yang sempat diberikan AS pada Indonesia. Saat ini Indonesia menggunakan pesawat tempur F-16 dan Helikopter Apache AH-64 yang diproduksi oleh AS.

    Pengalaman Indonesia menggunakan sejumlah alutsista asal AS, ujar Gatot, telah mendorong Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono untuk membeli helikopter angkut jenis Black Hawk.

    Brown memastikan bahwa pengadaan helikopter Aphace dan Black Hawk untuk Indoensia itu nihil masalah, karena telah memperoleh persetujuan dari pihak AS. “Saya yakin bahwa dukungan yang diberikan merupakan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

    Dia memandang bahwa pertemuan dengan Gatot sangat bermanfaat dalam rangka meningkatkan stabilitas dan keamanan kawasan Pasifik.

    Simak pula : Menteri Tjahjo Kumolo Berkukuh Pertahankan Ahok dari Jabatannya

    Brown berujar bahwa Indonesia menduduki tempat khusus di AS. Menurut dia kerja sama unsur militer AD, Angkatan Laut dan Angkatan Udara kedua negara akan terus berjalan. “Apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada TNI atas dukungan penuh dalam berbagai hal dan pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) seperti Garuda Seals.”

    Brown pun mengapresiasi kerja sama militer Indonesia-AS pada misi perdamaian dunia. Ada juga dorongan untuk memperkuat kerja sama bidang lainnya, seperti pertukaran ahli lintas bidang (Subject Matter Expert Exchange-SMEE).

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?