Ahok Minta Maaf Seusai Jalani Sidang Lanjutan, Ini Sebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa dugaan kasus penistaan agama yang juga Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menghadiri sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 7 Februari 2017. Sidang ke-9 tersebut menghadirkan 2 orang saksi fakta dari Kepulauan Seribu dan seorang saksi dari MUI. Foto: M Luthfi Rahman/Pool

    Terdakwa dugaan kasus penistaan agama yang juga Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menghadiri sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 7 Februari 2017. Sidang ke-9 tersebut menghadirkan 2 orang saksi fakta dari Kepulauan Seribu dan seorang saksi dari MUI. Foto: M Luthfi Rahman/Pool

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta maaf kepada warga DKI setelah mengikuti sidang lanjutan dugaan penistaan agama. Di depan pers, dia menyampaikan permohonan maaf lantaran merasa kurang maksimal bekerja setelah aktif kembali menjadi gubernur. 

    "Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada warga DKI, karena kasus saya ini, saya tidak bisa kerja penuh waktu," ujar Ahok saat keluar dari ruang sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Februari 2017.

    Baca: Sidang Ahok, Ini Kesaksian Ahli Tafsir Muhammadiyah

    Dia menyayangkan sebagian waktunya yang terambil untuk menjalani sidang. "Seharian, semalaman (saya) di sini (lokasi sidang). Padahal saya tahu warga Jakarta sedang mengalami banjir."

    Ahok mengaku sudah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk warga DKI yang mengungsi akibat banjir tersebut. "Saya sudah minta kalau yang bayi di tempat pengungsian ada air panas, supaya gampang buat susu, pampers, segala macam."

    Dia pun menyebut penanganan banjir di DKI sudah mencapai 40 persen. Genangan di beberapa wilayah pun, menurut dia, sudah surut.

    "Tapi memang ada beberapa tanggul yang jebol, dan sisa 60 persen akan kami lakukan normalisasi, termasuk pembuatan waduk," ujar Ahok.

    YOHANES PASKALIS


    Simak pula: Ciuman Massal, Begini Desakan Kemenpan-RB ke Bupati Nias Selatan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.