Ratusan Rumah di Rangkasbitung Terendam Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. REUTERS/Enny Nuraheni

    Ilustrasi banjir. REUTERS/Enny Nuraheni

    TEMPO.CO, Lebak - Ratusan rumah warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, terendam banjir setelah hujan deras melanda daerah itu, Selasa, 21 Februari 2017. Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Madias mengatakan banjir melanda sejumlah kelurahan dan desa di wilayah Rangkasbitung akibat meluapnya sejumlah sungai dan drainase.

    "Kami minta warga yang masih terendam banjir agar tinggal di tempat pengungsian," kata Madias, Selasa.

    Ketinggian banjir 70-90 sentimeter sehingga sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Apalagi, saat ini curah hujan intensitas lebat, ringan, dan sedang masih berlangsung. Curah hujan terjadi pagi, siang, sore, malam, sampai dinihari.

    Sebanyak 258 rumah terendam banjir, di antaranya di Kelurahan Muara Ciujung Timur sebanyak 215 rumah, Kelurahan Cijoro Lebak 13 rumah, dan Desa Rangkasbitung Timur 31 rumah. Namun, sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir mulai surut.

    Madias berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan drainase maupun normalisasi anak sungai. Di samping itu warga diimbau tidak membuang sampah ke selokan sehingga arus air tidak berjalan lancar. BPBD mengoptimalkan tujuh pompa sedot untuk mengatasi banjir yang melanda permukiman warga Rangkasbitung.

    Pengoperasian pompa sedot untuk membantu masyarakat agar tidak tergenang air. "Saya kira banjir ini juga akibat air drainase tidak berjalan lancar, seperti di Komdik itu," katanya.

    Siti Samsiah, 50 tahun, warga Kompleks Pendidikan, Kecamatan Rangkasbitung, mengatakan rumahnya terendam banjir setinggi 70 sentimeter akibat dampak pembangunan jalur ganda (double track) Commuter Line.

    Saat ini, diperkirakan 30 rumah warga di wilayahnya terendam banjir karena drainase tidak berfungsi. "Kami berharap adanya pembangunan drainase untuk mengatasi banjir sehingga arus air berjalan lancar," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.