Buntut Rano Karno Kalah, 2 Ketua DPC PDIP di Banten Dicopot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pasangan Cagub-cawagub Rano Karno (kedua kanan)-Embay Mulya (kanan) dan pasangan Wahidin (kedua kiri)-Andika (kiri) membacakan komitmen siap menang dan siap kalah saat Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Serentak 2017 di Alun-alun Serang, Banten, 28 Oktober 2016. Pelaksanaan kampanye menekankan kampanye damai, menjauhi cara-cara kotor dan saling serang. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Dua pasangan Cagub-cawagub Rano Karno (kedua kanan)-Embay Mulya (kanan) dan pasangan Wahidin (kedua kiri)-Andika (kiri) membacakan komitmen siap menang dan siap kalah saat Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Serentak 2017 di Alun-alun Serang, Banten, 28 Oktober 2016. Pelaksanaan kampanye menekankan kampanye damai, menjauhi cara-cara kotor dan saling serang. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencopot jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Serang Ida Rosida Lutfi. Pemecatan tersebut merupakan buntut dari kekalahan pasangan Rano Karno-Embay Mulya Sarief atas rivalnya, Wahidin Halim-Andika Hazrumy, pada Pilkada serentak yang digelar Rabu, 15 Februari 2017.

    Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan juga mencopot jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Tangerang Hendri Zein. Posisi Hendri digantikan oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Provinsi Banten Ananta Wahana sebagai Pelaksana Harian DPC PDIP Kota Tangerang.

    Baca: Hitungan Real Count KPU, Wahidin Unggul Tipis dari Rano  

    Pencopotan Ida Rosida dari DPC Kabupaten Serang mengacu surat keputusan nomor: 220/KTPS/DPP/II/2017, sedangkan Hendri Zein nomor: 221/KTPS/DPP/II/2017. Kedua surat keputusan ini ditandatangani Ketua PDIP Megawati Soekarnoputi, dan Sekjen Hasto Kristiyanto, Jumat, 17 Februari 2017. Surat tersebut menetapkan Asep Rahmatullah sebagai Plh Ketua DPC Kabupaten Serang, dan Ananta Wahana sebagai Plh Ketua DPC Kota Tangerang.

    Dalam SK tersebut tertulis bahwa berdasarkan hasil evaluasi DPP PDIP terhadap sikap, tindakan, dan perbuatan Ida Rosida Lutfi selaku ketua DPC PDIP Kabupaten Serang terkait pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Rano-Embay pada Pilkada Banten 2017, tidak sungguh-sungguh dan konsisten mengamankan, menjalankan, dan memperjuangkan terpilihnya pasangan Rano-Embay. Hal itu merupakan pelanggaran kode etik dan disiplin partai.

    Wakil Ketua DPD PDIP Banten Bidang Seni dan Budaya Asep Rahmatullah membenarkan pemberhentian tersebut dampak dari kekalahan suara pasangan Rano-Embay di Kabupaten Serang dan Kota Tangerang. "Ya betul. Itu bagian dari evaluasi dua daerah yang suaranya kalah," ujar Asep Selasa, 21 Februari 2017.

    Baca: KPU Banten: Hasil Pungutan Ulang Langsung ke Real Count KPU

    Asep mengakui dirinya ditugaskan DPP PDIP menggantikan Ida Rosida Lutfi sebagai ketua DPC PDIP Kabupaten Serang. “Untuk Kota Tangerang Pak Ananta, Kabupaten Serang saya sendiri," katanya.

    Berdasarkan hasil real count dari entry data Model C1 yang diunggah di website KPU Banten, diketahui bahwa suara pasangan Rano-Embay di Kabupaten Serang hanya meraih 295.594 suara (44,7%), kalah dari pasangan WH-Andika yang mendapat 365.685 suara (55,3%). Sedangkan di Kota Tangerang, pasangan Rano-Embay mendapat 251.084 (33,2%). Kalah jauh dari pasangan WH-Andika yang meraih 505.833 suara (66,8%).

    Sedangkan hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten yang telah mencapai 100 persen, pasangan WH-Andika unggul dengan meraih suara 2.405.773 (50,93%), sedangkan Rano-Embay meraih 2.317.745 (49,07%).

    Sementara itu, Ida Rosida Lutfi, membenarkan perihal pencopotan dirinya sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Serang. Ida mengaku dirinya sudah sungguh-sunguh dalam menjalankan perintah partai untuk memenangkan pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarif di Pilkada Banten. Hal ini, kata Ida, bisa dibuktikan dengan raihan suara hanya berselisih 10 persen dari rivalnya Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

    “Selama ini saya sudah berbuat maksimal, kami sudah berbuat apa yang kami bisa, apa yang kami mampu. Tapi saya sebagai kader‎ akan meminta klarifikasi ke DPP," katanya.

    WASI’UL ULUM

    Baca juga:
    Selisih Suara Pilkada Tipis, 8 Daerah Ini Bepotensi Sengketa
    Bersiap Hadapi Sengketa Pilkada, Ini yang Dilakukan MK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.