Undangan Aksi 212 Catut NU, PBNU: Ada Implikasi Pidananya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laskar Front Pembela Islam (FPI) mengawal mobil Imam Besar FPI Rizieq Shihab pada aksi damai 112 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, 11 Februari 2017. Aksi damai ini diisi dengan tausiyah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Laskar Front Pembela Islam (FPI) mengawal mobil Imam Besar FPI Rizieq Shihab pada aksi damai 112 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, 11 Februari 2017. Aksi damai ini diisi dengan tausiyah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum Robikin Emhas mengingatkan penyelenggara Aksi 212 untuk tidak mencatut nama tokoh atau organisasi massa Islam Nahdlatul Ulama tanpa konfirmasi. Hal itu ditegaskannya mengingat telah tersebar beberapa meme dan broadcast undangan berlabel Aksi Bela Islam 212 Jilid 2, yang mencantumkan nama KH Ma'ruf Amin di urutan pertama tokoh yang akan hadir.

    "Kami mengingatkan saja, mencatut nama tokoh atau ormas tanpa konfirmasi yang cenderung memanfaatkan itu juga ada implikasi pidananya. Yang begini sebaiknya dihentikan," kata Robikin Emhas di Jakarta, Senin 20 Februari 2017.

    Baca juga:
    Kawal Aksi 212, Polda Metro Bakal Kerahkan 10 Ribu Personel
    Rizieq, GNPF-MUI & Munarman Tak Ikut Aksi 212, Ini Kata FPI

    Ia mengaku telah mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut dan ternyata Kiai Ma'ruf Amin tidak tahu menahu kegiatan tersebut. "Saya ingin sampaikan klarifikasi bahwa Kiai Ma'ruf sebagai Ketua Umum MUI, lebih-lebih sebagai Rais Aam PBNU, tidak tahu menahu dan tidak hadir dalam aksi tersebut," tutur dia.

    Robikin berharap siapa pun inisiator dan penyelenggara aksi 212 Jilid 2 agar tidak menggunakan nama KH Ma'ruf Amin sebagai penarik massa. Dia juga minta agar tidak ada pencatutan nama NU.

    "Saya minta agar nama NU tidak dicatut karena Pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga tidak tahu menahu aksi tersebut," kata alumnus Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang yang juga advokat ini.

    Sebelumnya, Forum Umat Islam (FUI) yang menginisiasi aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI pada Selasa, 21 Februari 2017 ini. Menurut Sekretaris Jenderal FUI Muhammad Al Khaththath mengatakan, perwakilan massa aksi 212 akan menemui Komisi Hukum DPR. Mereka akan menyampaikan aspirasinya agar Kepolisian menghentikan proses hukum terhadap Rizieq Syihab, Bachtiar Nasir, dan Munarman.

    Baca juga:
    Penjelasan Soal Gempa Langka yang Mengguncang Madura
    Pengamat Politik: Bisa Jadi SBY Pakai Jurus Pilpres 2014

    "Semua bentuk kriminalisasi ulama kami minta dihentikan," kata Al Khaththath di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.

    Terkait soal poster undangan aksi dengan gambar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan sejumlah tokoh pun telah dibantah oleh FUI. Koordinator lapangan Aksi 212, Bernard Abdul Jabbar mengatakan FUI tidak pernah membuat poster undangan. FUI juga tak pernah mengundang Panglima TNI untuk berpartisipasi dalam aksi besok.

    "Itu hoax, kami tidak mengundang TNI," tutur Bernard. "Kami tidak tahu dari mana datangnya. Itu hoax, itu berita tidak benar."

    ANTARA | AHMAD FAIZ | INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.