Hoax Merajalela, Bandung Deklarasikan 'Bandung Hantam Hoax'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil memimpin deklarasi #BDGHantamHoax di Alun-Alun Bandung, Jawa Barat, 20 Februari 2017. Dlaam acara ini masyarakat diingatkan untuk selalu memikirkan dan mengkonfirmasi ulang berita-berita hoax sebelum membaginya di media-media sosial. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil memimpin deklarasi #BDGHantamHoax di Alun-Alun Bandung, Jawa Barat, 20 Februari 2017. Dlaam acara ini masyarakat diingatkan untuk selalu memikirkan dan mengkonfirmasi ulang berita-berita hoax sebelum membaginya di media-media sosial. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung- Kota Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan deklarasi antiberita hoax. Deklarasi bertajuk "Bandung Hantam Hoax" ‎itu diinisiasi oleh Islamic Cooperation Broadcasting Regulatory Authorities Forum‎ (Irbaf) di Alun-alun Kota Bandung, Senin, 20 Februari 2017.

    Dalam acara tersebut hadir Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Marcela Zalianty dan Ketua ‎Ibraf Zuliandre Darwis‎ yang juga Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

    "‎Hari ini warga Bandung melakukan gerakan Bandung Hantam Hoax. Walaupun cepat prosesnya, ada spirit di sana. Apa yang terjadi saat ini bukan hanya urusan pemerintah, bukan hanya masalah stakeholder," kata Zuliandre.

    Baca: Paus Fransiskus: Baca Berita Hoax Ibarat Makan Kotoran

    Zuliandre menambahkan, warga dan media massa perlu lebih sering melakukan klarifikasi sebelum menyebarkan berita ke masyarakat. "Banyak di media baru, copy-paste disebar tanpa akurasi, pengetahuan dan tidak diuji, filterasisasi. Akhirnya tersebar dimana, fitnah," ujarnya.

    Deklarasi Bandung Hantam Hoax hanya salah satu bagian kegiatan yang diselenggarakan Ibraf. Menurut Zuliandre, pada Rabu, 22 Februari 2017 di Trans Studio Mall juga akan diselenggarakan deklarasi serupa yang melibatkan 41 negara. "Spiritnya sama, harus dikerjakan bareng-bareng. Bukan parsial tapi holistik," tuturnya.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berharap deklarasi Bandung Hantam Hoax bisa mengurangi peredaran berita hoax.  "‎Dengan melakukan cek dan ricek atau tabayun, minimal di Kota Bandung berita hoax akan kita kikis habis dan dengan semangat dari masyarakat, Pemkot Bandung dan didukung media terpercaya," ucapnya.

    Simak: Begini Kiat Facebok Mengatasi Hoax

    Ridwan berujar masyarakat perlu memilah-milah berita yang akan dikonsumsi agar tidak menjadi korban berita bohong. Pasalnya, penyebaran informasi di dunia digital sudah sangat mudah.‎ "‎Salah pilih info malah kita jadi korban berita itu," ucapnya.

    Ridwan juga menitipkan pesan kepada media massa untuk tetap menjaga kredibilitas agar terus dipercaya masyarakat. "Sekalinya media terpercaya ikut-ikutan memberikatakan hoax, masyarakat tidak akan percaya dan tidak akan mengakses media," katanya. 

    Marcela Zalianty menambahkan‎, pihaknya mendukung penuh Deklarasi Bandung Hantam Hoax.  "Kita dari Parfi dan insan film mendukung deklarasi Bandung hantam Hoax mengingat betapa mengkhawatirkannya penyebaran informasi hoax, apalagi menjelang Pilkada," tuturnya.

    Lihat: Ke Senayan City, Jokowi Beli Buku tentang Soekarno dan Hatta 

    Dia berharap masyarakat lebih hati-hati dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi ‎digital. "Bisa menyebabkan perpecahan di antara masyarakat, bisa meruntuhkan nilai kebangsaan. Saya kira penting sekali hantam hoax. Saya ingin hantam hoax juga dilakukan di Jakarta," kata dia. 

    PUTRA PRIMA PERDANA‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.