Penyuap Ditjen Pajak 10 Tahun Kenal Ipar Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.COJakarta - Direktur PT Eka Prima Ekspor Indonesia Ramapanicker Rajamohan Nair mengaku sudah mengenal adik ipar Presiden Joko Widodo, Arif Budi Sulistyo, selama 10 tahun. Terdakwa suap kepada pejabat Ditjen Pajak itu mengatakan Arif merupakan rekan bisnisnya. 

    "Sebenarnya Arif teman saya sudah hampir 10 tahun. Saya pernah beli furniture dari beliau," kata Rajamohan setelah sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.

    Baca: 
    Soal Pemeriksaan Ipar Jokowi, KPK Bantah Menutupi 
    Siapa Arif, Ipar Presiden Jokowi yang Muncul dalam ...
    Terkait Suap Pejabat Pajak, Rumah Adik Ipar Jokowi Sepi

    Arif adalah Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera, perusahaan mebel milik keluarga Presiden Joko Widodo. Nama Arif disebut-sebut dalam dakwaan Rajamohan.

    Baca juga:
    Pembunuhan Kim Jong-nam, 12 Fakta Penting Ihwal Siti Aisyah
    Drone di Dubai Menjadi Taksi Limosin

    Rajamohan didakwa menyuap pejabat Ditjen Pajak Handang Soekarno sebesar Rp 1,9 miliar untuk menyelesaikan masalah pajak PT EKP. Dalam kurun 2015-2016, PT EKP tercatat memiliki sejumlah permasalahan pajak. Salah satunya pengampunan pajak.

    Dalam surat dakwaan itu disebutkan bahwa Rajamohan meminta bantuan Arif untuk menyelesaikan masalah pengampunan pajak perusahaannya. Arif lantas meminta Rajamohan menyiapkan dokumen dan diteruskan kepada Handang.

    Handang Soekarno juga mengaku sudah lama kenal dengan Arif. Ia mengatakan pernah bertemu dengan Arif untuk membahas perkara pengampunan pajak PT EKP. "Iya, itu (pertemuan) terkait tax amnesty," ujarnya.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.