Mantan Kapolri Sebut SDM Keamanan di Indonesia Masih Lemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota kesatuan Polisi Air dan Udara berbaris dalam Upacara Peringatan Ulang Tahun Kesatuan mereka di Markas Komando Direktorat Polair Kepolisian Republik Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Senin (2/12). Ditpolairud merayakan ulang tahun ke-63 yang jatuh pada tanggal 1 Desember. TEMPO/Seto Wardhana

    Sejumlah anggota kesatuan Polisi Air dan Udara berbaris dalam Upacara Peringatan Ulang Tahun Kesatuan mereka di Markas Komando Direktorat Polair Kepolisian Republik Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Senin (2/12). Ditpolairud merayakan ulang tahun ke-63 yang jatuh pada tanggal 1 Desember. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal Purnawirawan Awaluddin Djamin menilai untuk membangun Indonesia yang diperlukan adalah sumber daya manusia yang berkualitas termasuk dari sisi keamanan. Sebab, membangun negara salah satunya tergantung dari kualitas SDM di bidang itu.

    Awaluddin menuturkan, sumber daya manusia di Indonesia masih terbatas untuk sisi keamanan. "Kita paling lemah dalam mutu sumber daya manusia," kata mantan Kapolri itu di kantor Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI), Senin, 20 Februari 2017.

    Baca juga:
    Tito Karnavian Lantik 9 Perwira Tinggi Polri
    Kawal Aksi 212, Polda Metro Bakal Kerahkan 10 Ribu Personel  

    Awaluddin menuturkan sumber daya manusia di bidang keamanan saat ini masih belum cukup apabila bergantung pada institusi kepolisian saja. Ia mendorong agar Polri terus bekerja sama dengan petugas keamanan lainnya hingga tingkat satuan pengamanan (satpam). Selain itu ia ingin agar Polri juga bekerja sama dengan masyarakat.

    Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komisaris Jenderal Putut Eko Bayu Seno membenarkan. Ia menilai terbatasnya sumber daya manusia dari aspek keamanan menjadi tantangan Polri saat ini. "Polri tidak akan mampu tangani sendiri, perlu melibatkan semua pihak termasuk masyarakat," kata dia.

    Menurut Putut, saat ini kejahatan makin bervariasi. Misalnya dalam kejahatan bermotif ekonomi yang ia sebut cenderung meningkat secara kuantitas dan kualitas. Ia menilai alasannya karena adanya kemajuan teknologi informasi.

    Untuk itu, Putut memastikan Polri terus berbenah antara lain dalam memodernisasi peralatan teknologi informasi. Selain itu pihaknya mengaku membuka diri untuk bekerjasama dengan masyarakat dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    DANANG FIRMANTO

    Simak:
    Terbukti Terima Suap, Irman Gusman Dihukum 4,5 Tahun
    Parmusi Gugat Jokowi Soal Pengaktifan Kembali Gubernur Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.