Suap Gula Impor 100 Juta, Hari Ini Sidang Vonis Irman Gusman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus dugaan suap impor gula di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor), Jakarta, 1 Februari 2017. Irman juga denda sebesar Rp200 juta subsider 5 bulan kurungan ditambah pencabutan hak politik selama 3 tahun karena dinilai terbukti menerima Rp100 juta dari pemilik CV Semesta Berjaya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus dugaan suap impor gula di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor), Jakarta, 1 Februari 2017. Irman juga denda sebesar Rp200 juta subsider 5 bulan kurungan ditambah pencabutan hak politik selama 3 tahun karena dinilai terbukti menerima Rp100 juta dari pemilik CV Semesta Berjaya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasib mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman, segera ditentukan. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi akan membacakan vonis bagi terdakwa suap pengaturan jatah gula impor tersebut hari ini, Senin, 20 Februari 2017.

    Sebelumnya, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Irman dihukum penjara tujuh tahun dan denda Rp 200 juta subsider lima bulan kurungan. Ia dinyatakan bersalah karena telah menerima suap untuk mempengaruhi Bulog dalam mengatur pemberian jatah gula impor.

    Baca: Terima Suap 100 Juta, Irman Gusman Dituntut 7 Tahun Penjara

    Irman dinyatakan menerima suap Rp 100 juta dari Direktur CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan Memi. Irman diduga menggunakan pengaruhnya untuk mengatur pemberian kuota gula impor dari Bulog kepada perusahaan milik Xaveriandy.

    Jaksa juga menuntut hakim mencabut hak politik Irman selama tiga tahun setelah Irman menjalani pidana pokok. Menurut jaksa, Irman terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Dalam pertimbangannya, jaksa menilai perbuatan Irman tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Irman dianggap menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri. Namun, selama persidangan, ia tak pernah mengakui perbuatannya.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Simak juga: Cara Cerdas Lawan Hoak, BNPT: Email `Lapor Situs Radikal`


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?