Kang Dedi Terima Penghargaan Honorary Police dari Kapolda Jawa Barat.

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kang Dedi Terima Penghargaan Honorary Police dari Kapolda Jawa Barat.

    Kang Dedi Terima Penghargaan Honorary Police dari Kapolda Jawa Barat.

    INFO PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menerima penghargaan "Honorary Police" dari Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Anton Charliyan, di halaman markas Polda jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jumat 17 Pebruari 2017. 

    Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi, saat ditemui di rumah dinasnya di jalan Gandanegara 25 Purwakarta, Sabtu, 18 Pebruari 2017, mengatakan, penghargaan bergengsi dari institusi Kepolisian Republik Indonesia yang diterimanya itu, akan dijadikan motivasi untuk lebih membumikan nilai-nilai toleransi dan kebhinnekaan dalam berbagai kebijakan pembangunan di daerahnya.

    "Kami akan terus bekerja membangun masyarakat yang menghormati keragaman, budaya, bahasa dan agama sebagaimana yang termaktub dalam nilai-nilai Pancasila," ungkap Dedi.

    Tercatat ada 16 tokoh yang menerima penghargaan Honorary Police yang berasal dari latar belakang pemimpin pemerintahan, tokoh olah raga, tokoh kepolisian juga tokoh militer dan ulama.

    Kapolda Anton mengatakan, Kang Dedi, diganjar penghargaan Honorary Police, karena dinilai mumpuni dalam menyelaraskan program keamanan dan ketertiban, sehingga mampu menciptakan rasa aman dan sikap toleran di tengah-tengah masyarakat.

    Kecuali itu, para tokoh yang mendapatkan penghargaan tersebut dinilai telah membantu tugas pengayoman yang dilaksanakan oleh pihak kepolisian, karena mampu menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat.

    "Tokoh-tokoh ini mempunyai jasa besar dalam membantu kepolisian, kontribusi mereka nyata sehingga suasana aman dan tertib itu berhasil tercipta," ungkap Anton.

    Pemberian penghargaan Honory Police kepada 16 tokoh berbagai lintas sektoral itu, sudah melalui tahapan seleksi yang ketat yang dilakukan oleh tim khusus dari Polda Jawa Barat.

    Poin penilaian yang paling dominan yakni menyangkut sikap berbudaya, menjaga toleransi kebegaramaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme.

    "Tokoh yang kita pilih itu punya pandangan tentang NKRI yang kuat dan tentu bukan hanya memiliki frame budaya, tetapi mampu berpikir global," imbuh Anton.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.