Ibu Tiri Ditahan, Bocah Malang N Ditampung Pak RT  

Reporter

Editor

Ali Anwar

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Shutterstock

TEMPO.CO, Pekanbaru - Perban masih menempel di kening bocah usia 4 tahun itu. Jalannya sedikit pincang, tanda masih terasa sakit di bagian pahanya. Sekujur tubuh terdapat luka memar yang mencolok, ada pembengkakan di lengan kiri. Meski belum sembuh betul, N tampak riang bermain kejar-kejaran bersama teman sebaya di halaman rumah milik Ketua RT Perumahan Mahoni III, Desa Pandau Jaya, Kampar, Riau.

“Kini dia sudah kelihatan senang,” kata Ketua RT setempat, Emrizal, saat ditemui Tempo, di kediamannya, Desa Pandau Jaya, Kampar, Jumat, 18 Februari 2017. N merupakan korban dugaan penyiksaan yang dilakukan ibu tirinya, As, 24 tahun.

Baca: Marak Kasus Pelanggaran Anak, Riau Diminta Bentuk Satgas

Sejak perkaranya bergulir di kepolisian, bocah mungil itu kini dirawat Emrizal bersama keluarganya. Tempo berkesempatan melihat kondisi N. Tanda-tanda kekerasan tampak jelas di sekujur tubuhnya. Bagian dahi yang dilapisi perban itu akibat luka benturan dinding.

N harus mendapat tiga jahitan menutupi luka menganga. Luka memar bekas cubitan memenuhi lengan dan kakinya. Terjadi pembenjolan di kepala bagian belakang. Emrizal berencana akan merontgen bagian kepala itu untuk memastikan luka dalamnya, karena terasa lunak saat disentuh.

Luka itu diduga akibat dibenturkan ibu tirinya ke dinding. “Didorong bunda,” ucap gadis kecil itu dengan nada polos. Meski masih berusia 4 tahun, N cukup paham dan bijak menjawab pertanyaan terkait dengan penyiksaan yang dialaminya. “Dia anaknya pintar, bijak sekali,” ucap Emrizal.

Emrizal mengatakan penyiksaan terhadap anak itu terungkap saat seorang tetangga sebelah rumah pelaku, yang bernama P, melihat kejanggalan pada tubuh korban saat bermain di depan rumah. Luka memar di sekujur tubuh bocah itu menarik perhatian warga sekitar. P kemudian melaporkan temuan itu kepada Emrizal selaku Ketua RT.

Begitu mendapat laporan, Emrizal menginterogasi ibu tiri korban, As. Saat ditanya warga, As mengaku telah memukul korban, tapi dia membantah telah membenturkan kepala korban ke dinding. “Yang luka di kepala dia mengaku akibat terjatuh,” ucapnya.

Emrizal tidak habis pikir As tega menyiksa bocah cukup sadis. Pelaku pun hanya menjawab datar saat ditanya warga alasan memukul anaknya. “Ya pengen mukul aja,” ujar As kepada Emrizal.

Emrizal melihat perlakuan As kepada anaknya sudah keterlaluan. Bersama warga lainnya Emrizal lalu melapor ke Kepolisian Siak Hulu, Kampar. “Ini merupakan kekerasan terhadap anak,” ucap Emrizal.

As yang mendekam di penjara Kepolisian Sektor Hulu. Dia mengakui telah memukul anak tirinya tersebut. As beralasan tega menyiksa anaknya karena tertekan akibat impitan ekonomi keluarga yang kembang-kempis. “Saya stres karena ekonomi kami sedang sulit,” ujarnya.

Menurut As, suaminya yang bekerja sebagai sopir mobil travel ke Palembang tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga dengan layak. Terlebih, mereka harus selalu mengirimkan uang ke kampung halamannya di Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk membeli susu anak kandungnya yang berumur 10 bulan, buah dari perkawinan dengan ayah N. “Anak kandung saya titipkan sama ibu di Medan, tapi kami tak mampu kirim uang untuk membeli susunya,” ujarnya.

Baca juga: Balita Tewas Penuh Luka, Pemilik Panti Asuhan Jadi Tersangka

Kepala Kesatuan Kepolisian Sektor Siak Hulu Komisaris Vera Taurensa mengatakan pihaknya telah mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum. Polisi juga telah memvisum korban, kemudian berkoodinasi dengan ayah kandung korban yang saat ini berada di Palembang. “Kami akan lakukan pemeriksaan psikologi terhadap korban dan tersangka,” ucapnya.

RIYAN NOFITRA






Kekerasan terhadap Anak Marak, Perhimpunan Perempuan: Seharusnya Aman dan Nyaman

53 hari lalu

Kekerasan terhadap Anak Marak, Perhimpunan Perempuan: Seharusnya Aman dan Nyaman

Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) mengedukasi warga DKI Jakarta untuk mencegah kekerasan terhadap anak dengan segala bentuknya.


Tangerang dan Depok Raih Predikat Kota Layak Anak Kategori Nindya

24 Juli 2022

Tangerang dan Depok Raih Predikat Kota Layak Anak Kategori Nindya

Ada beberapa poin penting yang menyebabkan Kota Tangerang meraih predikat Kota Layak Anak 2022.


Jokowi Minta Penegakan Hukum yang Tegas dalam Kasus Kekerasan terhadap Anak

23 Juli 2022

Jokowi Minta Penegakan Hukum yang Tegas dalam Kasus Kekerasan terhadap Anak

Jokowi meminta agar para pelaku kekerasan terhadap anak diberikan hukuman yang keras agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.


Jokowi Terbitkan Perpres Strategi Penghapusan Kekerasan pada Anak

18 Juli 2022

Jokowi Terbitkan Perpres Strategi Penghapusan Kekerasan pada Anak

Presiden Jokowi mengesahkan Peraturan Presiden tentang strategi penghapusan kekerasan pada anak Salah satu pertimbangan terbitnya Stratnas PKTA karena masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak.


Jokowi Teken Perpres Kekerasan Anak di Tengah Marak Kasus Pencabulan

17 Juli 2022

Jokowi Teken Perpres Kekerasan Anak di Tengah Marak Kasus Pencabulan

Tak hanya soal kekerasan terhadap anak, Perpres yang diteken Jokowi ini juga mengatur soal keluarga rentan.


Polres Jakarta Timur Nikahkan Mahasiswi Pembuang Bayi di Pinggir Kali Ciliwung

7 Juli 2022

Polres Jakarta Timur Nikahkan Mahasiswi Pembuang Bayi di Pinggir Kali Ciliwung

Meski mahasiswi pembuang bayi itu sudah dinikahkan dengan ayah bayi itu, proses hukum terhadap MS tetap berjalan.


Viral Kasus Penganiayaan Anak Majikan di Cengkareng, 2 ART Ditetapkan Tersangka

21 Maret 2022

Viral Kasus Penganiayaan Anak Majikan di Cengkareng, 2 ART Ditetapkan Tersangka

Menurut penyelidikan polisi, kedua ART tersangka penganiayaan anak ini baru bekerja di bawah satu tahun, yaitu 6 bulan dan 2 bulan.


Polda Metro Kini Punya Buku Panduan Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan

15 Februari 2022

Polda Metro Kini Punya Buku Panduan Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan

Jajaran Ditreskrimum Polda Metro meluncurkan buku panduan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak


Kapolda Metro Jaya Sebut Banyak Polisi Belum Paham Kasus Kekerasan Perempuan

15 Februari 2022

Kapolda Metro Jaya Sebut Banyak Polisi Belum Paham Kasus Kekerasan Perempuan

Kapolda Metro Jaya apresiasi peluncuran buku SOP penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan.


Sebut Kawannya Tidak Perawan, Remaja di Cilincing jadi Korban Pengeroyokan

28 Desember 2021

Sebut Kawannya Tidak Perawan, Remaja di Cilincing jadi Korban Pengeroyokan

Kapolres Jakarta Utara mengatakan pelaku pengeroyokan dan korbannya merupakan teman main.