Spanduk Anti-PKI Marak di Kampus Unibraw, Dekan Anggap Wajar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Brawijaya akan membuka tiga program studi (prodi) baru di tiga fakultas berbeda. dok. KOMUNIKA ONLINE

    Universitas Brawijaya akan membuka tiga program studi (prodi) baru di tiga fakultas berbeda. dok. KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Malang - Spanduk anti-PKI dan anti-LGBT terpasang di sejumlah titik di kampus Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, Malang. Spanduk tersebut terpasang sejak beberapa hari terakhir, tapi raib pada Jumat, 17 Februari 2017.

    "Awalnya di lantai satu, kemudian berpindah ke lantai empat. Sekarang sudah hilang," kata seorang mahasiswi Jurusan Komunikasi FISIP UB.

    Berita lain:
    Cari Dukungan untuk Ahok, Golkar Mulai Dekati Pendukung Agus
    Strategi Anies-Sandi Hadapi Putaran 2 Pilkada DKI

    Sejumlah mahasiswa mengambil foto spanduk bertulis 'LGBT penyakit', 'Anti LGBT' dan 'Hindari paham PKI', 'Stop PKI', dan 'Waspada kebangkitan PKI.' Foto tersebut tersebar di sejumlah media sosial. Sampai sekarang tak ada lembaga atau seseorang yang bertanggung memasang spanduk tersebut.

    "Aneh sih. Masa FISIP menganjurkan mahasiswa menjauhi salah satu ideologi tertentu," katanya. Padahal, katanya, dalam ranah kajian keilmuan semua dipelajari. Dia menilai poster tersebut memalukan dan menandakan mental pejabat kampus masih bentukan Orde Baru.

    Dekan FISIP Universitas Brawijaya, Malang, Unti Ludigdo, menilai pemasangan spanduk itu sebuah pandangan dan ekspresi yang wajar. Namun media dan ruangnya tidak tepat sehingga menimbulkan kontroversi dan kesalahpahaman. Kampus, katanya, merupakan tempat belajar.

    Untuk itu, Unti mengajak mahasiswa dan pengajar untuk menyampaikan pandangan dan pendapat di media dan ruang yang tepat. Komunikasi, katanya, harus sesuai dengan konteks ruang dan waktu.

    "Bagi saya pesannya baik. Mengajak untuk menjunjung tinggi nilai ideologi bangsa. Pancasila," katanya. FISIP, kata dia, mengajarkan kebebasan menyampaikan pendapat. Kebebasan yang bukan tanpa batas, tapi kebebasan yang bertanggung jawab.

    Dalam konteks ideologi, kata dia, FISIP mengajarkan berbagai macam ideologi, seperti kapitalisme, sosialis, komunis, liberal nasionalis, dan ultranasionalis. Namun, tanpa melupakan ajaran dan ideologi bangsa, yakni Pancasila. Pancasila menjadi mata kuliah wajib yang harus diikuti mahasiswa asal Indonesia maupun mahasiswa negara lain yang belajar di Universitas Brawijaya, Malang.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.