Jawa Barat Hadapi Tujuh Isu Kependudukan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jawa Barat Hadapi Tujuh Isu Kependudukan

    Jawa Barat Hadapi Tujuh Isu Kependudukan

    INFO JABAR - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengungkapkan, saat ini, tujuh isu kependudukan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia, terutama Jawa Barat. Hal ini dia ungkapkan saat menjadi narasumber dalam Konsolidasi Penggarapan Ketahanan Keluarga bagi para petugas di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat di Bandung, Jumat, 17 Februari 2017.

    Menurut istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tersebut, tujuh isu kependudukan itu, yakni kemiskinan, pemberdayaan perempuan dan generasi muda, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesehatan dan reproduksi, lingkungan, kesehatan masyarakat lanjut usia, dan penataan ruang.

    Pada masalah pemberdayaan perempuan dan generasi muda, Netty memberikan sedikit gambaran. Menurut Netty, kekurangpahaman kaum perempuan dan generasi muda akan perannya sebagai subyek pembangunan bangsa menjadi pemicu tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    Selain isu tersebut, masalah lingkungan juga tak kalah penting diperhatikan. Misalnya, terkait dengan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. “Jawa Barat punya program Citarum Bestari (bersih, sehat, indah, dan lestari). Namun tidak didukung aksi masyarakat sehingga hanya jadi program yang bertepuk sebelah tangan,” tutur Netty.

    Netty menekankan kebijakan pembangunan di setiap daerah harus berlandaskan kependudukan. Ke depan, ia berharap ada semacam forum koordinasi khusus guna menghadirkan pembangunan kependudukan yang strategis. “Jumlah penduduk yang besar sebenarnya bukan masalah jika kita memiliki kualitas dan berbanding lurus dengan ketersediaan sumber daya dan layanan masyarakat,” ucapnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.