Pembunuhan Kim Jong-nam, Ini Jejak Siti Aisyah di Tambora

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi rumah yang pernah ditinggali oleh Siti Aisyah, di Angke Indah, Jakarta, 17 Februari 2017. TEMPO/ Benedicta Alvinta

    Kondisi rumah yang pernah ditinggali oleh Siti Aisyah, di Angke Indah, Jakarta, 17 Februari 2017. TEMPO/ Benedicta Alvinta

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak yang penasaran dengan kisah hidup Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang diduga terlibat kasus pembunuhan Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu, 15 Februari 2017. Jong-nam merupakan kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Banyak yang menduga Siti Aisyah merupakan agen pemerintah Korea Utara yang ditugaskan untuk membunuh Jong-nam.

    Siti Aisyah, yang berpaspor Indonesia, memang tercatat sebagai warga Indonesia. Wanita yang sering dipanggil Isah itu pernah tinggal di permukiman padat penduduk Keluarahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Selatan.

    Baca: Soal Siti Aisyah, Kementerian Luar Negeri Upayakan Dapat Akses Kekonsuleran

    Isah, yang berasal dari Serang, Provinsi Banten, tinggal di rumah konveksi milik Lian Kiong pada 2007. Saat itu, status Isah adalah pegawai konveksi.

    Pada 2008, Isah dan anak Lian Kiong, Gunawan Hasyim atau Ajun, menikah. Dua tahun kemudian, Isah dan Ajun pergi ke Malaysia untuk bekerja. Saat itu, kondisi keuangan konveksi sedang turun.

    Pada 2012, Isah dan Ajun kembali dari Malaysia untuk bercerai. Menurut Ketua RT 05 RW 03, Kelurahan Angke, Rahmat Yusri, Isah dikabarkan selingkuh dengan pria Malaysia.

    Simak: Pembunuhan Kim Jong-nam, Polri Berupaya Temui Siti Aisyah

    Setahun berikutnya atau tahun 2013, Lian Kiong atau Akiong pindah rumah dari alamat Gang Kacang, RT 05 RW 03, ke Jalan Samarasa I, RT 07 RW 05, Kampung Bebek, Kelurahan Angke.

    Setelah itu, kabar terakhir menyebutkan Isah datang ke Indonesia pada 28 Januari 2017 untuk menjenguk anaknya, Rio. Lalu, pada 29 Januari 2017, dia pergi meninggalkan rumah Akiong.

    BENEDICTA ALVINTA | KUKUH S.W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.