Menyelam, Turis Prancis Tewas di Kedalaman 15 Meter di Lombok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.COMataram - Badan Search and Rescue Nasional Kantor SAR Mataram menemukan turis Prancis yang hilang di perairan Gili Panggang Sekotong, Lombok Barat, Nicolas. Pria berusia 39 tahun tersebut hilang saat menyelam pada Kamis siang, 16 Februari 2017. 

    Jasad korban ditemukan pada pukul 09.30 Wita oleh tim penyelam Basarnas di kedalaman lebih-kurang 15 meter dari permukaan air laut tidak jauh dari lokasi kejadian. “Dua orang penyelam yang menemukannya,” kata juru bicara Kantor SAR Mataram, Putu Cakranegara, Jumat, 17 Februari 2017.

    Baca juga:
    Hanya Lima Detik, Pembunuhan hingga Kematian Kim Jong-nam
    Wahidin Vs Rano Selisih Tipis, Polisi Perkuat Keamanan

    Korban bersama dua temannya, Julian, 29 tahun, dan Benjamin (42), menyelam di Gili Panggang, Sekotong sekitar pukul 08.00 Wita. Mereka juga didampingi dua pemandu, yaitu Muhammad (27), Galih Purwono (22), serta Budi (35), nelayan. 

    Mereka berangkat melalui perairan Selong Belanak menggunakan perahu menuju Gili Panggang. Sekitar pukul 10.00 Wita mereka tiba Gili Panggang dan ketiga warga negara Prancis tersebut menyelam sambil nembak ikan (spearfishing). 

    Menurut Cakranegara, rekan korban menyebutkan bahwa sekitar pukul 12.00 Wita Nicolas terseret arus. Kedua temannya hendak menolong tapi Nicolas menghilang akibat derasnya arus bawah air. Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke pihak kepolisian dan Kadus Selong Belanak, Lombok Tengah, kemudian diteruskan ke Kantor SAR Mataram.

    Beberapa saat setelah dilaporkan, Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit langsung memerintahkan satu tim rescue ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Pada hari pertama, pencarian sempat terkendala gelombang dan terpaksa dihentikan karena hari sudah gelap. Pada hari kedua Basarnas akhirnya berhasil menemukan korban setelah menurunkan tim penyelam.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.