Begini Cara Menteri Luhut Kurangi Sampah Plastik di Laut

Reporter

Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 1 September 2016. Rapat ini membahas asumsi makro terkait sektor energi untuk acuan dalam RAPBN 2017 serta laporan kebijakan Menteri ESDM pasca reshuffle. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Makassar - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar kapal jangan buang sampah plastik ke laut. Sebab, akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan laut serta ikan. Bahkan, ia berencana setiap kapal yang sandar di pelabuhan, harus dikenakan bayaran untuk pemeliharaan sampah.

"Ini demi menjaga ekosistem laut, kalau kita buang sampah di laut kan bisa menimbulkan penyakit. Ikan makan plastik lalu kita makan ikannya," ucap Luhut saat hadir dalam acara Forum Indonesian National Shipowners Association (INSA) 2017 di Hotel Grand Clarion, Makassar, Kamis, 16 Februari 2017.

Baca juga: Menteri Luhut Sebut Sampah Masalah Serius

Ia menjelaskan assesment terhadap hotspot marine plastic debris dan kota itu dari sumber sampah. Luhut melanjutkan, desain kebijakan dan implementasi pengelolaan sampah di perkotaan itu untuk memastikan tidak ada leakage sampah ke laut. "Pengurangan pembuangan sampah dan plastik itu dari kegiatan operasi di laut dan pengurangan penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari," kata dia.

Menurut Luhut, masalah sampah plastik ini mulai diatasinya pada tahun ini. Dengan melibatkan 15 kota/kabupaten, termasuk Makassar, Jakarta, Medan, Batam, dan Semarang. Selain itu, ucap Luhut, pihaknya akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Lingkungan Hidup, Kelautan, dan lembaga lainnya.

Baca pula: Pemerintah Berembuk Cari Solusi Sampah Plastik di Laut

Luhut juga mengingatkan masyarakat agar melindungi laut dari sampah terutama plastik. "Selama ini sampah plastik itu seperti bom waktu yang bisa menimbulkan masalah besar ke depan," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, karena sampah pemanasan global, pencemaran laut bisa mengancam keanekaragaman hayati. Saat ini ia memperkirakan sekitar 20 persen terumbu karang rusak secara permanen dan 24 persen dalam risiko kepunahan.

Simak: Temui Menteri Luhut, Direktur CTI-CFF Bahas Sampah Plastik di Laut

Kendati demikian, ia membeberkan bahwa untuk mengatasi persoalan sampah plastik di laut maka harus dilakukan penelusuran dari mana sumbernya. Namun ia menduga dominan sampah yang ada di laut Indonesia itu berasal dari negara tetangga. Sehingga harus dilakukan pengawasan ketat terhadap kapal-kapal agar menjaga kebersihan di laut.

DIDIT HARIYADI






Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

7 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

24 hari lalu

F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

Ada tiga simbol utama yang selalu muncul di setiap F8 Makassar, yakni anak-anak, keterlibatan difabel, dan pertunjukan kolosal.


Korea-Indonesia MTCRC Jalin Kerja Sama Maritim dengan UNHAS

3 Agustus 2022

Korea-Indonesia MTCRC Jalin Kerja Sama Maritim dengan UNHAS

Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) memperluas kerja sama dengan instansi pendidikan Universitas Hasanuddin (UNHAS).


Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

7 Juli 2022

Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

Kota Makassar ternyata pernah mengalami dinamika pergantian nama. Dari mulanya bernama Makassar berganti jadi Ujung Pandang, hingga menjadi Makassar kembali. Lantas, apa alasan pergantian nama tersebut?


Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

6 Juli 2022

Ratusan Ribu Ikan Bandeng Nelayan Semarang Mati, Diduga Tercemar Limbah Industri

Warga menduga kematian ikan bandeng di keramba tersebut akibat limbah dari Kawasan Industri Lamicitra.


LPDP Buka Beasiswa di Central South University Cina, Kuota 50 Orang

27 Mei 2022

LPDP Buka Beasiswa di Central South University Cina, Kuota 50 Orang

LPDP membuka pendaftaran beasiswa untuk program S2 di School of Metallurgy and Environment, Central South University Cina. Cek syarat dan tahapannya.


Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

8 April 2022

Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

Anshar mengatakan zakat adalah milik orang lain yang dititipkan. Karena itu, jangan berbangga memberikan zakat.


Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

31 Maret 2022

Grup MIND ID Uji Coba Aplikasi Pengelola Limbah Tambang

Aplikasi MASTERMINE diharapkan dapat menghasilkan nilai efisiensi 10-20 persen dari total biaya pengolahan air limbah tambang.


Pantau Kesiapan Kampus, Luhut Harap UIII Lahirkan Banyak Cendekiawan Muslim

21 Januari 2022

Pantau Kesiapan Kampus, Luhut Harap UIII Lahirkan Banyak Cendekiawan Muslim

Luhut Pandjaitan berharap Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) akan menjadi pusat penelitian peradaban Islam.


Bukalapak Calonkan Willix Halim sebagai CEO untuk Gantikan Rachmat Kaimuddin

5 Januari 2022

Bukalapak Calonkan Willix Halim sebagai CEO untuk Gantikan Rachmat Kaimuddin

Bukalapak mencalonkan Willix Halim sebagai CEO atau Direktur Utama, menggantikan Rachmat Kaimuddin yang baru saja mundur.