Analis Politik: Penyebab Ahok-Djarot Tak Menang Satu Putaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menyapa pendukungnya pada Konser Gue2 di Senayan Ex-Driving Range Golf, Jakarta, 4 februari 2017. Konser ini di meriahkan puluhan musisi dan grup band tanah air antara lain Slank, Once, Kikan dan Tompi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menyapa pendukungnya pada Konser Gue2 di Senayan Ex-Driving Range Golf, Jakarta, 4 februari 2017. Konser ini di meriahkan puluhan musisi dan grup band tanah air antara lain Slank, Once, Kikan dan Tompi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil perhitungan cepat atau quick count Pilkada DKI Jakarta  dari beberapa lembaga survei, secara umum masih menempatkan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, atau lebih dikenal Ahok-Djarot berada di posisi teratas. Selisih tipis dengan pasangan Anies-Sandi. Sementara pasangan calon lainnya, Agus-Sylvi jauh tertinggal. Dan, memungkinkan terjadi putaran kedua dalam Pilkada DKI Jakarta ini.

    Baca pula: Hitung Cepat Voxpol, Ahok-Djarot Menang

    Meskipun sebelumnya Sekretaris Jenderal PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya optimistis  bisa memenangi satu putaran.  "Menunjukkan optimisme cukup kuat dapat menang satu putaran," ucap Hasto di Jalan Kebagusan Dalam IV, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Februari 201

    Baca juga:

    Pilkada DKI, PDIP Yakin Ahok-Djarot Menang Satu Putaran

    Ingin Lihat Ahok-Djarot, Warga Jejali Rumah Lembang

    Namun, dalam quick count sampai hari ini, menang satu putaran itu nampaknya sulit terjadi. Analis politik dari UI (Universitas Indonesia) Donny Gahral Adiansyah mengungkapkan persoalan eksternal dan internal yang menyebabkannya.

    "Faktor eksternal tentu saja berpindahnya suara kelas menengah Islam ke Anies-Sandi, setelah beberapa exposure tentang dugaan kasus korupsi Sylviana dan terakhir tudingan Antasari tentang kriminalisasi terhadap dirinya," kata Donny kepada Tempo, Rabu malam, 15 Februari 2017.

    Menurutnya, suara Ahok tak terlalu banyak kena imbas. "Kalaupun ada, sangat sedikit,” kata Donny. Dan, penyebab faktor internal lainnya suara Ahok-Djarot tak banyak beranjak, tentu saja kesulitan untuk konsolidasi dan recovery setelah dihantam gelombang demo oleh kelompok kanan. "Kelompok anti-pemimpin non muslim," katanya, menegaskan. 

    Bagaimana dengan perolehan hasil quick count Ahok-Djarot sementara ini? Donny menjawab, “Hasil saat ini sudah cukup bagus untuk Ahok”.

    S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.