Pemantau Jerman Terkesan Pemilu Indonesia Gunakan Tinta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mencelupkan jarinya di tinta usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar di Denpasar, Bali, 9 Desember 2015. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang digelar di 5 Kabupaten se-Bali itu diikuti oleh 14 pasang calon kepala daerah. Johannes P. Christo

    Seorang warga mencelupkan jarinya di tinta usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar di Denpasar, Bali, 9 Desember 2015. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang digelar di 5 Kabupaten se-Bali itu diikuti oleh 14 pasang calon kepala daerah. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 100 orang observer (pemantau) dari luar negeri, pada hari ini ikut memantau pelaksanaan Pilkada Serentak 2017. Penggunaan tinta dalam pemilu di Indonesia menjadi kesan tersendiri bagi para pemantau yang berasal dari lebih 10 negara ini.

    "Saya terkesan dengan penggunaan tinta dalam pemilu disini, untuk menandakan warga yang sudah menyalurkan suara mereka," kata Anton Lecher, salah seorang pemantau dalam Pilkada Serentak 2017, yang juga Mahasiwa dari Frankfurt University di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta, Rabu, 15 Februari 2017. "Ada beberapa perbedaan antara pemilu di Indonesia dan di Jerman, di Jerman lebih banyak menggunakan perlengkapan elektronik," kata dia.

    Baca juga: 100 Pemantau Negara Asing Tinjau Pilkada Serentak 2017

    Anton sendiri mengaku baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun lalu, dan mennggunakan kesempatan sebelum memulai perkuliahan dengan mengunjungi berbagai tempat di dunia. "Sebelumnya saya juga mengunjungi Nepal untuk ikut dalam program Development Aid disana, program pemulihan pasca gempa disana."

    Anton mengatakan bahwa dirinya datang ke Indonesia pada akhir Januari lalu setelah mengajukan permohonan magang di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Indonesia. "Saya lalu melakukan wawancara dengan Muhammad, Ketua Bawaslu, sehingga bisa berkesempatan magang disini," katanya.

    Baca pula: Pemantau Asal Amerika Serikat Ikut Awasi Pilkada Batu

    Andy, rekan Anton yang juga turut memantau jalannya Pilkada Serentak 2017 mengatakan bahwa dirinya telah lebih dahulu datang ke Indonesia daripada Anton. "Saya sebelumnya sudah sempat belajar mengenai peran di Bawaslu dan DKPP, praktek di lapangan ternyata berjalan lancar dan tertib," ujarnya.

    Andy mengaku sempat menyaksikan demonstrasi Aksi Bela Islam di Jakarta sejak November lalu. Namun dia mengaku bahwa sulit membayangkan jika pemilu hari ini malah berlangsung normal dan damai meski didahului oleh demonstrasi besar tersebut. Sedangkan Anton juga kagum dengan proses demokratisasi di Indonesia yang berjalan cukup cepat. "Pemilu hari ini berjalan sangat mulus, dilakukan dengan rapi dan dengan persiapan yang cukup terorganisir, demikian saya melihatnya," ucap Anton.

    Ketua DKPP, Prof  Jimly Asshidiqie menyatakan bahwa kehadiran ratusan pemantau dari berbagai negara ini menunjukkan perhatian besar dunia pada pemilu di Indonesia. "Tidak hanya kita di Indonesia, dunia pun harap harap cemas mengikuti pelaksanaan pemilu serentak kali ini," kata Jimly.

    FAJAR PEBRIANTO

    Simak:

    Kasus Suap Pejabat Pajak, Begini Bunyi WA Adik Ipar Jokowi
    Laporkan Antasari, Tim Kuasa Hukum SBY Datangi Bareskrim  

    Pemantau Asal Amerika Serikat Ikut Awasi Pilkada Batu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?