Tudingan Antasari, IPW Minta Polisi Usut Lagi Kasus Nasrudin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neta S Pane. TEMPO/Adri Irianto

    Neta S Pane. TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Police Watch mendesak kepolisian agar mengusut laporan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar terkait dengan tudingan rekayasa kematian Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

    “Semua penyidik yang terlibat dalam menangani kasus Nasrudin perlu dinonaktifkan dari jabatannya agar proses kasus ini tidak masuk ranah konflik kepentingan,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane melalui siaran pers pada Rabu, 15 Februari 2017.

    Baca: Polemik SBY-Antasari Azhar, Aulia Pohan: Tanya Pak SBY Saja

    Neta mengatakan polisi harus profesional mengusut laporan Antasari terkait adanya rekayasa kasus pembunuhan Nasrudin. Antasari menuding mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merekayasa kasus pembunuhan itu. Nasrudin diketahui meninggal pada 2009 setelah ditembak oleh sejumlah orang suruhan.

    Neta juga berharap agar pengusutan kasus ini diawasi tim independen mengingat ada banyak kejanggalan sebelumnya. Polisi juga diharapkan mengusut laporan Antasari agar kematian Nasrudin menemui titik terang. “Sehingga akan terungkap apakah ada unsur politis di balik kasus ini,” ucap dia.

    Dia mempertanyakan apakah ada intervensi kekuasaan yang perlu dijawab kepolisian. Kata Neta, laporan Antasari dalam kasus terbunuhnya Nasrudin menjadi isu baru. Sebab selama ini laporan Antasari soal hilangnya baju Nasrudin dan tentang SMS palsu seperti tidak digubris Polri. Sehingga kasus ini tidak selesai secara tuntas dan terang benderang.

    Baca: Polemik SBY-Antasari Azhar, PDIP Enggan Menanggapi

    Polisi harus menjawab apakah ada pihak lain selain orang-orang yang telah dinyatakan bersalah. Dia juga mempertanyakan sejumlah saksi, seperti Rani dan sopir Nasrudin. Jika polisi tak mengungkap kasus ini, SBY diperkirakan bakal melaporkan Antasari.

    Kasus ini mencuat kembali setelah Antasari buka suara di hadapan awak media massa. Antasari Azhar, mendatangi kantor Badan Reserse Kriminal Polri di Gambir, Jakarta, Selasa, 14 Februari 2017. Antasari mengungkapkan CEO MNC Group Harry Tanoesoedibjo diperintahkan SBY menyampaikan pesan kepada Antasari untuk tidak menahan Deputi Bank Indonesia Aulia Pohan pada Maret 2009.

    "Kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono jujurlah. Beliau tahu perkara saya ini. Beliau perintahkan siapa untuk merekayasa dan mengkriminalisasi saya," ujar Antasari yang datang ke Bareskrim bersama adik mendiang Nasrudin, Andi Syamsuddin Zulkarnaen.

    AVIT HIDAYAT

    Simak pula:
    Ahok Unggul di TPS Markas FPI, Panitia Menghitung Ulang
    Isu Politik Uang, Wakapolda: Kami Sudah Buat Tim Penyelidik

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.