Istana Tepis Tudingan SBY Grasi Antasari Bernuansa Politis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sekretariat Negara, Pratikno di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Sekretariat Negara, Pratikno di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -  Istana Kepresidenan mengatakan grasi yang diberikan kepada Antasari Azhar tidak bernuansa politis. Seperti yang disampaikan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun Twiter bahwa pemberian grasi kepada mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, bermuatan politik.

    Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, mekanisme pemberian grasi sudah mengikuti ketentuan yang ada. Salah satu yang menjadi pertimbangan ialah pertimbangan Mahkamah Agung.
    "Presiden dalam memberikan grasi harus mempertimbangkan dari Mahkamah Agung," kata Pratikno di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 15 Februari 2017.

    Pertimbangan MA, ucap Pratikno, sudah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 14. Menurut dia, pertimbangan dari MA menunjukkan grasi pantas diberikan grasi.

    Baca:
    Dituding Antasari, SBY: I Have To Say Politik Ini Kasar
    Gaya SBY saat Keterangan Pers Terkait Manuver Antasari

    Di sisi lain, Presiden Joko Widodo tidak hanya menerima pertimbangan dari MA semata. Pratikno mengatakan Jaksa Agung, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pun ikut memberikan pertimbangan. Maka, Menteri Pratikno menegaskan pemberian grasi tidak berkaitan dengan agenda apa pun. "Kami sudah merujuk ke proses yang berlaku. Itu saja," kata Pratikno.
    Baca juga:

    Antasari Azhar: Saatnya SBY Jujur Terhadap Kasus Saya

    Sebelumnya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuding pemberian grasi kepada mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, bermuatan politik. Dalam akun Twitter, SBY sudah menduga kalau grasi itu bertujuan menyerang dirinya.

    "Yang saya perkirakan terjadi. Nampaknya grasi kepada Antasari punya motif politik dan ada misi untuk serang dan diskreditkan saya (SBY)," tulis SBY dalam akunnya, @SBYudhoyono, Selasa, 14 Februari 2017.

    Baca juga:
    SBY Sebut Antasari Azhar Sengaja Hancurkan Namanya

    Antasari belum lama ini mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1/G Tahun 2017, Antasari Azhar mendapatkan pemotongan masa tahanan 6 tahun, dari 18 tahun masa tahanan yang harus dijalaninya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.