Pilkada Kota Batu, KPU Jatim Optimistis Minim Golput  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Wahyu Putro A

    ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Surabaya - Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro, menyatakan optimistis partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak di Kota Batu mencapai 80 persen. “Kami optimistis warga Batu sudah termasuk masyarakat perkotaan yang melek politik,” Kata Gogot saat dihubungi Tempo, Selasa 14 Februari 2017.

    Dia menjelaskan, indikasi yang mendorong tingkat partisipasi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Batu di antaranya ialah area TPS yang mudah dijangkau oleh pemilih dan tingkat kontestasi yang tinggi karena diikuti oleh empat pasangan calon. Selain itu, kata Gogot, adanya Keppres yang menetapkan hari libur nasional pada Pilkada serentak 15 Februari 2017. Hal tersebut, menurutnya akan memberikan kelonggaran kepada pemilih.

    “Dengan begitu tidak ada lagi alasan untuk tidak datang ke KPS,” ucapnya.

    Baca juga:
    Pilkada, Dosen Unair: Generasi Muda Cenderung Tidak Golput
    Pilkada, Perhatikan 9 Hal ini Agar Hak Pilih Tak Hangus

    Gogot berharap, dengan adanya keputusan Keppres tersebut pemilih dapat berpartisipasi dalam laga Pilkada, khususnya di Kota Batu. “Kami berharap tidak hanya instansi pemerintahan yang patuh, tapi juga dari sektor swasta,” Gogot berujar.

    Gogot menambahkan, KPU Jawa Timur sudah mendesain strategi program peningkatan partisipasi masyarakat melalui pendidikan memilih. Dalam hal ini, KPU Jawa Timur lebih mengutamakan kelompok masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan pendidikan memilih, seperti pemilih pemula, pemilih perempuan, kelompok marginal, dan kelompok keagamaan.

    Cara yang ditempuh KPU Jawa Timur dalam melakukan sosialisasi pendidikan memilih yaitu dengan mendatangi kegiatan-kegiatan masyarakat. “Biasanya kami mendatangi pengajian, yasinan RT, dan juga acara-acara budaya,” tutur Gogot.

    Teruntuk wilayah yang menjadi tujuan sosialisasi, Gogot nenambahkan, KPU Jawa Timur lebih memprioritaskan wilayah yang tingkat partisipasinya rendah serta wilayah yang rawan bencana dan konflik. Namun, untuk wilayah Kota Batu, menurut dia, relatif sudah tidak ada rawan konflik maupun bencana. Gogot menambahkan, sejauh ini belum menerima laporan bencana yang terjadi di Kota Batu.

    Simak juga:
    Bupati Cellica Doakan Agus SBY di Instagram, Netizen Protes
    Hak Angket untuk Ahok Disebut Berujung Memakzulkan Jokowi

    Terkait naiknya angka partisipasi pemilih, hal serupa juga disampaikan oleh Dosen Politik Universitas Airlangga Surabaya, Fahrul Muzzaqqi. Menurut dia, penetapan hari Pilkada serentak 2017 sebagai hari libur nasional akan memudahkan para pemilih untuk memberikan suaranya. Selain itu, sosialisasi dari setiap pasangan calon juga turut mempengaruhi turunnya angka golput.

    “Antusias mereka sangat terasa dan itu bisa saja berlanjut hingga hari H,” ujar Fahrul.

    JAYANTARA MAHAYU | NIEKE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.