7 Juta Warga Banten Pilih Gubernur, Rano Karno Tak Nyoblos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paslon nomor urut 1 Wahidin Halim - Andika Hazrumi, dan paslon nomor urut 2 Rano Karno - Embay Mulya Syarief usai menjalani debat Cagub-Cawagub yang digelar oleh KPUD Provinsi Banten. TEMPO/Darma Wijaya

    Paslon nomor urut 1 Wahidin Halim - Andika Hazrumi, dan paslon nomor urut 2 Rano Karno - Embay Mulya Syarief usai menjalani debat Cagub-Cawagub yang digelar oleh KPUD Provinsi Banten. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Serang - Hari ini sebanyak 7.734.485 warga Banten akan memilih calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, yang digelar serentak dengan 101 daerah lainnya di Indonesia, pada Rabu, 15 Februari 2017.

    Calon gubernur nomor urut dua Rano Karno, tidak mempunyai hak pilih di Pilkada Banten karena Rano tidak memiliki KTP dengan data kependudukan di Provinsi Banten.  "Pak Rano enggak punya hak pilih di Banten," kata Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Banten, Syaeful Bahri, Rabu, 15 Februari 2017.

    Dari informasi yang dihimpun, calon gubernur nomor urut satu Wahidin Halim, akan menggunakan hak pilihnya di TPS 2, RT 002/001, Kelurahan Pinang, Kota Tangerang. Sementara pasangannya, Andika Hazrumy, di TPS 14 Jalan Bhayangkara, RT 01/09, Kelurahan Cipocok jaya, Kecamatan Cipocok, Kota Serang.

    Calon wakil gubernur nomor urut dua Embay Mulya Syarif, akan menggunakan hak pilihnya di TPS 1, Linkungan Pekarungan, Kelurahan Keagungan, Kota Serang. "Calon beserta keluarganya sudah kita undang supaya mencoblos di TPS masing-masing," kata Syaeful Bahri.

    Warga, yang tercantum dalam Daftar Pemilih memiliki surat keterangan dari Disdukcapil dan yang memiliki KTP-elektronik, akan menggunakan hak pilih di 16.540 TPS se-Provinsi Banten. Ketua Komisi Pemilihan Umum Banten, Agus Supriyatna, mengajak warga untuk berpartisipasi menyalurkan hak suara karena pemerintah sudah menetapkan pada 15 Februari adalah libur nasional.

    "Jadi tidak ada alasan lagi bagi warga Banten untuk tidak memberikan hak suaranya, karena Tanggal 15 Februari adalah libur nasional," kata Agus.

    Agus memastikan bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di provinsi ini seperti banjir di Lebak dan Pandeglang tidak mengganggu distribusi logistik. Berdasarkan hasil koordinasi dengan KPU Kabupaten Lebak dan Pandeglang, bencana alam yang terjadi di daerah tersebut tidak menghambat proses distribusi logistik Pilgub Banten.

    Ini karena petugas KPU Lebak dan Pandeglang dibantu dengan penyelenggara lainnya sudah mengantisipasi proses distribusi logistik tersebut agar sampai lokasi tepat waktu.

    Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Banten, Syaeful Bahri, mengatakan semua logistik telah didistribusikan dengan baik termasuk di tiga pulau di Kabupaten Serang.

    Pihaknya juga telah meminta laporan dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Berdasarkan laporan ada 10 TPS yang memang harus direlokasi akibat banjir bandang dan tanah lonsor.

    Pihaknya meminta kepada para penyelenggara jika lokasi yang telah direncanakan tersebut berpotensi terjadi longsor maka jangan dijadikan TPS. TPS bisa direlokasi ke gedung sekolah, rumah warga dan yang lainnya. "Walaupun lebih jauh, karena yang penting itu faktor keamanan," kata Syaeful.

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?