Pilkada 2017, KPK: Jangan Pilih Calon yang Terlibat Korupsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Sehari menjelang berlangsungnya pemilihan kepala daerah (pilkada) Serentak 2017, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau masyarakat secara umum agar memilih calon yang bersih dan tidak pernah terlibat kasus korupsi. 

    "Kami imbau masyarakat tidak memilih calon-calon yang terlibat atau terkait dalam kasus korupsi, karena enggak hanya berisiko pada pejabat pemerintahan, tapi juga berakibat pada masyarakat luas," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Senin, 13 Februari 2017.

    Baca:
    Di Jepara, Politik Uang Pilkada Sasar Anak dan Remaja
    Penasaran Hasil Pilkada, Ini Lembaga yang Ikut Hitung Cepat

    Febri menuturkan, dia tak bisa membayangkan apa jadinya jika kepala daerah yang terpilih merupakan orang yang terlibat korupsi. Menurut dia, efek ke depan perlu dipertimbangkan. "Kami imbau untuk perbaikan daerah-daerah ke depan enggak pilih orang yang salah," ucapnya.

    Pada Rabu, 15 Februari 2017, 101 daerah akan menggelar pilkada serentak 2017. Selain Jakarta, daerah lain yang melakukan pilkada gubernur di antaranya Banten, Papua, dan Aceh. 

    Untuk tahanan KPK yang memiliki KTP DKI Jakarta, kata Febri, KPK akan memfasilitasi pencoblosan besok. Namun, untuk tahanan dari luar DKI, KPK sedang mempertimbangkan untuk memberikan fasilitas yang sama.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.