Dugaan Pencucian Uang Demo GNPF, Polisi Tetapkan Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir (kanan) didampingi pengacaranya Kapitra Ampera (kiri) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat  Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Bareskrim Polri, Jakarta, 10 Februari 2017. Bachtiar Nasir diperiksa sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari Yayasan Keadilan untuk Semua. ANTARA FOTO

    Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir (kanan) didampingi pengacaranya Kapitra Ampera (kiri) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Bareskrim Polri, Jakarta, 10 Februari 2017. Bachtiar Nasir diperiksa sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari Yayasan Keadilan untuk Semua. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan seorang tersangka berinisial IA dalam kasus dugaan pencucian uang yang melibatkan nama Yayasan Keadilan untuk Semua.

    Yayasan ini diduga mengumpulkan donasi untuk pelaksanaan demonstrasi Aksi Bela Islam, yang dilakukan Front Pembela Islam dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.

    Dalam tahap penyidikan, Bareskrim telah memanggil Ketua Umum GNPF MUI, Bachtiar Nasir, untuk bersaksi. Polisi juga memeriksa Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam Jakarta, Novel Chaidir Hasan atau Novel Bamukmin.

    Pengacara GNPF MUI, Kapitra Ampera, menjelaskan GNPF menggunakan rekening Yayasan Keadilan untuk Semua sebagai tempat penampungan donasi Aksi Bela Islam. Alasannya, waktu pelaksanaan aksi itu sudah dekat, mereka tidak punya cukup waktu membuka rekening sendiri.

    "Aset yayasan itu di rekening Rp 2,5 juta," kata Kapitra di Masjid Raya Al-Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 13 Februari 2017.

    Kini, kata dia, jumlah uang yang tersimpan di rekening itu kurang lebih Rp 2,5 miliar.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.