Pos di Sukabumi Dirusak, TNI AU Temui Tokoh Masyarakat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. technosamrat.com

    Ilustrasi. technosamrat.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I Marsekal Muda Yuyu Sutisna meninjau perkembangan situasi di Pos AU Ujung Genteng Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat, yang dirusak massa, Sabtu pekan lalu, 11 Februari 2017. Insiden itu dinilai sebagai akibat kesalahpahaman salah satu anggota AU dengan masyarakat setempat.

    "Mereka bertemu tokoh masyarakat seperti Camat dan Lurah Ujung Genteng, tokoh Nahdlatul Ulama daerah dan aparat keamanan setempat," kata Kepala Dinas Penerangan AU Marsma Jemi Trisonjaya dalam keterangan tertulisnya, Senin, 12 Februari 2017.

    Baca: KSAU Sesalkan Insiden Perusakan Pos TNI AU Ujung ...

    Yuyu juga menyambangi rumah korban dan menyampaikan permohonan maaf. Hasil pertemuan AU dengan warga Ujung Genteng pun menghasilkan kesepakatan. "Bahwa warga setempat sangat menyesali kejadian, dan berjanji tak akan mengulanginya lagi," kata dia.

    Perusakan itu diduga dilakukan sedikitnya 400 penduduk Ujung Genteng. Insiden berawal pada saat anggota AU, Prajurit Satu Oka Prasetyo, terlibat masalah dengan pengendara motor setempat. Meski Oka sudah meminta maaf, masalah itu memicu reaksi massa, yang kemudian datang merusak dua bangunan pos AU.

    Baca juga: Pos TNI Angkatan Udara di Sukabumi Dirusak Massa

    Jemi mengatakan anggota TNI AU yang memicu konflik itu akan ditindak tegas. "TNI AU dan penduduk sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan."

    Warga Ujung Genteng dan prajurit AU, ujar dia, sudah sepakat segera bergotong royong membangun kembali kedua pos yang rusak.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.