Selasa, 22 September 2020

Polisi Jawa Barat Incar Penimbun Beras

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:Polisi menduga kuat terjadi penimbunan beras di Jawa Barat menyusul kenaikan harga beberapa pekan terakhir di kawasan Bandung dan sekitar. Penyelidikan pun tengah dilakukan. “Informasi sekecil apa pun sangat berguna,” ujar Komisaris Besar Soetigno Soebrata, Kepala Pusat Komando Pengendalikan Operasi Polda Jawa Barat, Jumat (11/1). Dari pantauan Tempo News Room di beberapa pasar di Bandung, harga beras dengan mutu baik, seperi pandan wangi Cianjur, menembus Rp 4. 500 per kilogram. Sebelumnya, hanya Rp 3.250. Sedang beras jenis IR 64 dan jenis lain dijual Rp 3.750 rupiah. Sebelumnya hanya Rp 2.600-Rp 2.800. Untuk penimbunan BBM, selama sepekan terakhir Polda Jawa Barat telah mengungkap sebelas kasus. Barang bukti sitaan berupa 430 ribu ton liter minyak BBM berbagai jenis. Dua belas tersangka ditahan. Mereka adalah Danto B Ondo, Janer Manalu dan H Dodo. Ketiganya dari Cirebon dan Majalengka. Sedang Haji Johar, Yoyok, Kaceg Sudarja, Juju juhari, Sukmajaya, Haji Utai Suhendar, Haji Ujang dan Wahyu ditangkap di kawasan Bandung. Nantinya, kata Soetigna, barang bukti berupa 76 ribu liter solar, 69 ribu liter residu, 104 ribu liter minyak tanah, 90 ribu liter minyak bakar, 15 ribu liter minyak diesel, dan 49 ribu liter oplosan minyak tanah dan solar akan dilelang. “Kami akan koordinasi dengan Pertamina," jelasnya. (Bobby Gunawan)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.