Pilkada Batu, KPU Bikin Sayembara untuk Kurangi Golput

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertema unik. TEMPO/Fully Syafi

    Ilustrasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertema unik. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Malang -  Komisi Pemilihan Umum Kota Batu mengadakan sayembara bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu.

    Penghargaan diberikan kepada KPPS yang paling kreatif dan bersemangat mengajak para pemilih untuk mendatangi tempat pemungutan suara hingga angka partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah Kota Batu 2017 lebih tinggi dibanding pemilihan kepala daerah serupa sebelumnya.

    “Ada penghargaan dari kami bagi KPPS paling kreatif dan bersemangat mengajak pemilih mendatangi TPS sehingga partisipasi pemilih tinggi dan angka ‘golput’ (golongan putih)-nya minim,” kata Ketua KPU Kota Batu Rochani, Senin, 13 Februari 2017.

    Baca juga:
    Pilkada Rawan Politik Uang, Pelaku akan Dijerat Pidana
    Diperiksa Polda Jabar, Rizieq Syihab Bawa Tesis Merah Marun

    KPU  tidak melarang TPS menyediakan doorprize bagi pemilih. KPU hanya menyarankan supaya KPPS memilih lokasi yang representatif seperti di rumah warga, sekolah, atau fasilitas milik pemerintah. TPS di tempat terbuka seperti lapangan sebaiknya dihindari karena kondisi cuaca saat ini sedang buruk.

    Menurut Rochani, warga Batu yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 147.975 orang. Mereka berhak menyalurkan hak pilihnya melalui 420 TPS yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Batu (193 TPS), Bumiaji (127 TPS), dan Junrejo (100 TPS). Pembuatan tiap TPS berbiaya Rp 750 ribu.

    Sebelumnya, KPU melantik 25 tenaga sukarelawan demokrasi pada Rabu, 14 Desember 2016. Menurut Saifudin Zuhri dari Divisi Sumberdaya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Batu, pelantikan sukarelawan demokrasi bertujuan untuk mendongkrak angka partisipasi masyarakat yang cenderung menurun dari era Orde Baru sampai sekarang meski sudah berlaku pemilihan umum langsung untuk legislator, kepala daerah, dan presiden.

    Kota Batu menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jawa Timur yang mengikuti pemilihan kepala daerah serentak bersama 17 kota lainnya, serta 76 kabupaten, dan 7 provinsi. Pemungutan suara serentak dilakukan pada Rabu, 15 Februari 2017. “Kami menargetkan angka partisipasinya untuk pemilihan kepala daerah tahun sebesar 82 persen,” kata Saifudin.

    Baca juga:
    NU Jawa Tengah Terbitkan Fatwa Calon Tunggal di Pilkada
    Rokok Elektronik Itu Berbahaya atau Tidak? Ini Penelitiannya

    Tren penurunan jumlah pemilih seperti yang dikhawatirkan Saifudin bisa merujuk data pada laman KPU Kota Batu. Skala persentase partisipasi pemilih dalam dua pemilihan wali kota memang cenderung menurun. Pada pemilihan kepala daerah 2007 terdapat 130.995 warga yang masuk DPT. Pemilih yang menggunakan hak pilihnya berjumlah 106.009 atau 80,93 persen dari DPT. Pada 2012, jumlah pemilih dalam DPT 146.941 orang dan yang menggunakan hak pilihnya berjumlah 111.988 orang atau berskala 76,21 persen.

    Adapun Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu 2017 diikuti empat pasangan, satu pasangan di antaranya pasangan independen. Pasangan nomor urut 1, Rudi dan Sujono, diusung Partai Amanat Nasional, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Pasangan nomor urut 2, Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso, dijagokan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Lalu, duet Hairuddin dan Hendra Angga Sonatha yang dicalonkan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrat bernomor urut 3. Sedangkan pasangan independen bernomor urut 4 adalah Abdul Majid dan Kasmuri Idris.

    ABDI PURMONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.