Tersangka Mobil Listrik, Dahlan Ajukan Gugatan Praperadilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Dahlan Iskan mengendarai mobil listrik dari Depok menuju Kantor BPPT di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (16/7). Dahlan Iskan melakukan test drive mobil listrik garapan Dasep Ahmadi meskipun sempat mogok. Kemudian setelah sempat diperiksa selama 10 menit, Dahlan kembali mengendarai mobil listrik walaupun dengan kecepatan yang sangat lambat. TEMPO/Dasril Roszandi

    Menteri BUMN Dahlan Iskan mengendarai mobil listrik dari Depok menuju Kantor BPPT di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (16/7). Dahlan Iskan melakukan test drive mobil listrik garapan Dasep Ahmadi meskipun sempat mogok. Kemudian setelah sempat diperiksa selama 10 menit, Dahlan kembali mengendarai mobil listrik walaupun dengan kecepatan yang sangat lambat. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Surabaya - Dahlan Iskan telah resmi mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan mobil listrik oleh Kejaksaan Agung. Gugatan praperadilan itu telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    "Kami sudah mengajukan praperadilan dengan register perkara nomor 17 di Pengadilan Negeri Jakarta (Selatan) terhitung Jumat pekan lalu," kata salah satu tim kuasa hukum Dahlan Iskan, Agus Dwi Warsono, di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa, Surabaya, Senin, 13 Februari 2017.

    Baca: Kasus Mobil Listrik & Dahlan, Jaksa Agung Mengacu pada Putusan MA

    Agus mengatakan pihaknya mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka kliennya lantaran ada petikan surat putusan kasasi dari Mahkamah Agung atas terdakwa Dasep Ahmadi, pemilik PT Sarimas Ahmadi Pratama selaku pembuat mobil listrik.

    "Petikan itu, menurut KUHAP, hanya diberikan kepada terdakwa atau penasehat hukumnya. Kalau konteksnya pelaksanaan putusan, maka yang menjadi dasar hukum bagi kejaksaan adalah salinan putusan pengadilan yang berkuatan hukum tetap," kata Agus. Karena itu, ia menganggap penetapan tersangka kliennya prematur.

    Agus menambahkan salinan putusan tersebut merupakan dasar hukum bagi kejaksaan untuk melakukan pelaksanaan putusan. "Kalau konteksnya penetapan tersangka Dahlan dalam kaitanya dengan pelaksaan putusan Dasep, tentunya salinan putusan yang jadi pegangan," ujarnya.

    Baca: Kata Abraham Samad Soal Penetapan Tersangka Dahlan Iskan

    Jaksa Agung M. Prasetyo sebelumnya mengatakan dasar penetapan tersangka Dahlan adalah putusan Mahkamah Agung, yang menyatakan tersangka Dasep Ahmadi terbukti korupsi bersama-sama sesuai dengan dakwaan primer. Dahlan yang saat itu menteri BUMN menunjuk Dasep sebagai pembuat mobil.

    Kejaksaan Agung telah menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka korupsi pengadaan 16 unit mobil listrik jenis mikrobus dan bus eksekutif pada 26 Januari 2017. Hal itu termuat dalam surat perintah penyidikan yang dikeluarkan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

    NUR HADI

    Simak pula:
    Ahli Bahasa: Ahok Anggap Al-Maidah Alat Pembohongan
    Diperiksa Polda Jabar, Rizieq Syihab Bawa Tesis Merah Marun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.