Rizieq Diperiksa di Polda Jabar, Massa FPI Demo di Pusdai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Pimpinan FPI, Rizieq Syihab, setelah memenuhi panggilan penyidik terkait logo palu-arit di uang kertas rupiah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Pemeriksaan ini diwarnai dengan aksi konvoi massa FPI. REUTERS/Darren Whiteside

    Gestur Pimpinan FPI, Rizieq Syihab, setelah memenuhi panggilan penyidik terkait logo palu-arit di uang kertas rupiah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Pemeriksaan ini diwarnai dengan aksi konvoi massa FPI. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Bidang Hubungan masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan tidak terlalu ketat dalam menyiapkan pengamanan untuk proses pemeriksaan Rizieq Syihab sebagai tersangkadi Markas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, pada Senin, 13 Februari 2017.

    "Krena memang sudah janji dari Rizieq Syihab hari ini tidak akan membawa massa," ujar Yusri saat ditemui Tempo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin 13 Februari 2017.

    Baca juga:
    Dugaan Suap Patrialis Akbar, KPK Periksa 2 Hakim MK
    Diperiksa Polda Jabar, Rizieq Syihab Bawa Tesis Merah Marun

    Yusri menjelaskan, pengamanan justru dialihkan ke kawasan Pusat Dakwah Islam Jawa Barat, Jalan Diponogoro, Kota Bandung. Sebab, kata dia, massa Front Pembela Islam (FPI) kemungkinan akan melakukan aksi damai di Pusdai. "Kami alihkan pengamanan di sana," ucapnya. Lantaran jumlah peserta unjuk rasa tidak terlalu banyak, pengamanan hanya dari Polsek setempat. Di Mapolda, ujar dia, tidak ada unjuk rasa ormas tersebut.

    Pantauan Tempo, memang tidak terlihat ada masa FPI di sekitaran Mapolda Jabar. Aktivitas di sekitaran Mapolda pun berjalan seperti biasanya. Rizieq yang merupakan pentolan FPI itu memang datang tanpa kawalan dari massa FPI. Rizieq datang sekitar pukul 09.05 WIB ditemani rombongan kuasa hukumnya.

    "Agendanya sama untuk masalah 154A KUHP tentang penodaan lambang negara dalam hal ini dasar negara pancasila, lalu pasal 320 tentang pencemaran nama baik," tutur Yusri.

    AMINUDIN A.S.

    Simak juga:
    Marak isu SARA dan Hoax, Alumni-Santri Lirboyo Istigotsah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.