KSAU Sesalkan Insiden Perusakan Pos TNI AU Ujung Genteng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat melantik Marsekal Madya TNI Hadi Tjahjanto menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) di Istana Negara, Jakarta, 18 Januari 2017. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo saat melantik Marsekal Madya TNI Hadi Tjahjanto menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) di Istana Negara, Jakarta, 18 Januari 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyesalkan terjadinya insiden perusakan pos TNI AU di Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 11 Februari 2017.  "Saya merasa sangat prihatin dengan kejadian di Ujung Genteng yang seharusnya dapat dihindari," kata Hadi, Ahad, 12 Februari 2017.

    Menurut Hadi, prajurit TNI seharusnya bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Seorang prajurit tidak boleh melakukan tindakan kekerasan kepada penduduk, apalagi untuk urusan yang sebenarnya dapat diselesaikan secara baik-baik.

    Hadi Tjahjanto telah memerintahkan pejabat terkait datamg ke lokasi kejadian dan meminta maaf kepada keluarga korban pemukulan. "Seluruh panglima/komandan agar turun ke bawah dengan memberikan pengarahan kepada prajurit agar mampu memberikan contoh dan teladan di tengah masyarakat sekitar serta menghindari tindakan arogansi, tindak dengan tegas prajurit yang telah melakukan perbuatan tidak terpuji," kata mantan Irjen Kemhan ini.

    Hadi meminta peristiwa di Pos TNI AU Ujung Genteng itu dijadikan pelajaran dan evaluasi agar tidak terjadi lagi insiden serupa di di jajaran TNI.

    Sebelumnya Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya mengatakan, insiden itu terjadi karena kesalahpahaman. Perusakan itu berawal pada Sabtu pukul 18.00 WIB ketika anggota TNI Angkata Udara bernama Prajurit Satu Oka Prasetyo berpatroli di sekitar Pos TNI AU Ujung Genteng.

    Pada saat itu melintas sepeda motor yang dikendarai oleh seorang penduduk setempat. Sepeda motor itu melewati kubangan dan airnya menyiprati Oka Prasetyo. Oka kemudian menegur pengendara sepeda motor itu. "Dia tidak terima ditegur, yang bersangkutan menghentikan kendaraannya lalu menonjok wajah Pratu Oka Prasetyo dan dibalas dengan menempelengnya sehingga warga tersebut pergi," kata Jemi.

    Oka kemudian mendatangi rumah pengendara sepeda motor tersebut. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari Pos TNI AU. Di sana Oka bertemu dengan orang tua pengendara sepeda motor dan meminta maaf. Kemudian Oka kembali ke Pos TNI AU Ujung Genteng.

    Sekitar pukul 19.00 WIB sekitar 400 orang warga Ujung Genteng berkumpul di depan Pos TNI AU. Mereka menyatakan tidak terima salah satu warganya dipukuli oleh Oka. Selanjutnya secara bersama-sama massa merusak dua bangunan Pos TNI AU.

    Sekitar pukul 20.00 WIB anggota Polsek Ciracap datang untuk melakukan pengamanan. Pada pukul 21.15 WIB situasi mulai terkendali. Masyarakat bersedia kembali ke rumahnya masing-masing.

    "Dari kejadian tersebut, Pratu Oka Prasetyo mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Gunung Batu Ujung Genteng untuk mendapatkan penanganan medis, sedang kedua bangunan Pos TNI AU dalam kondisi rusak berat," kata Jemi.

    Hingga saat ini, Pos TNI AU tersebut dijaga personel TNI AU dibantu oleh Koramil 2214 Surade, Polsek Ciracap dan Satpol PP Kecamatan Ciracap.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.