PROFIL Marco Kartodikromo, Jurnalis Pergerakan Era Kolonial  

Reporter

Marco Kartodikromo. wikipedia.org


Kiprah Marco Kartodikromo di dunia jurnalistik benar-benar membawakan suara dan perjuangan kaum pribumi di Hindia Belanda. Marco lalu mendirikan Inlandsche Journalis Bond (IJB) di Surakarta pada pertengahan 1914 dengan gagasan menulis dalam Bahasa Melayu.

“Pada awal kehadiran Marco Kartodikromo, atau lebih akrab dalam dunia pergerakan sering disebut sebagai Mas Marco, berawal dari kesadaranya memahami realitas sosial yang timpang,” kata Takhasi Siraishi, dalam bukunya Zaman Bergerak.

Marco hadir dalam kondisi masyarakat mengalami kesulitan ekonomi, serta munculnya pengangguran di berbagai daerah,. Menjamurnya gerakan perlawanan yang terorganisir dalam wadah organisiasi keagamaan maupun perkumpulan kaum terdidik,  menjadikan ia mengenal alur berorganisasi dan tulis menulis.

Mas Marco mengalami kondisi yang sama dengan apa yang dialami oleh pemuda Hindia Belanda saat itu. Takhasi menyebut adanya “krisis pemikiran” oleh realitas sosial yang dikonfrontasikan dengan pengetahuanya dari ide-ide politik dunia Barat dengan realitas-realitas kejam di stasiun-stasiun kereta dan pabrik, ketika sang Boemiputra harus diam menerima makian dan tamparan dari tuan kulit putih.

Di Surakarta ia mengikuti jalan pikiran kedua tokoh yang pernah membimbingnya ; Tirtho Adhisurjo dan Soewardi dengan cara menerbitkan surat kabar sendiri dan mengatakan apa yang ingin ia katakan.

Komitmen perlawanan dijalankan dalam dunia pergerakan yang memuat ia menjadi jurnalis tangguh. Ia membawa ideologi pers yang benar-benar menyuarakan kondisi publik. Selain tulisannya, yan isa dianap keras saat itu, Marco juga tampil sama lantangnya di atas mimbar.

Hal ini dijelaskan Takhasi Siarishi dalam perbandinganya antara Marco dan Tjokroaminoto ; Tidak seperti Tjokroaminoto, seorang satria “di bawah perlindungan pemerintah“ yang hanya perlu membuka suara. “Marco harus “berteriak” dan menyerang pemerintah sebagai satria sejati,” kata Takhasi.

Tak heran selama kurun waktu 1915 hingga 1920 ia masuk penjara di Semarang dari Juli 1915 sampai Maret 1916, kemudian setelah singgah lima bulan di Belanda, ia masuk penjara lagi di Weltevreden, dari Februari 17 sampai Februari 1918.

Selanjutnya Marco Sang Pelopor Organisasi Profesi Jurnalis






Lima Tokoh Tempo 2022

33 hari lalu

Lima Tokoh Tempo 2022

Kami memilih lima pendamping korban kekerasan seksual-satu tema yang makin marak belakangan ini-sebagai Tokoh Tempo 2022.


Tokoh Tempo 2022 Lima Perempuan Pemberani

36 hari lalu

Tokoh Tempo 2022 Lima Perempuan Pemberani

Siapa saja lima perempuan Tokoh Tempo 2022?


Kumpulan Kata-kata Bijak Populer untuk Motivasi Hidup dari Tokoh dan Film

14 November 2022

Kumpulan Kata-kata Bijak Populer untuk Motivasi Hidup dari Tokoh dan Film

Berikut kumpulan kata-kata bijak dari tokoh dan film untuk motivasi hiudp Anda lebih baik


Anies Baswedan Dirikan Galeri 15 Tokoh di TPU Karet Bivak, Ada Fatmawati dan Mohammad Natsir

13 Oktober 2022

Anies Baswedan Dirikan Galeri 15 Tokoh di TPU Karet Bivak, Ada Fatmawati dan Mohammad Natsir

Anies Baswedan mendirikan galeri berisi informasi digital 15 tokoh bangsa yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak.


Ridwan Saidi Sarankan Heru Budi Hartono Komunikasi dengan Tokoh Betawi

11 Oktober 2022

Ridwan Saidi Sarankan Heru Budi Hartono Komunikasi dengan Tokoh Betawi

Budayawan Betawi Ridwan Saidi dan anggota DPD asal Jakarta Sylviana Murni tidak memasalahkan Heru Budi Hartono jadi Pj Gubernur DKI Jakarta.


Intelijen Prancis Kumpulkan Data Tokoh Muslim, Untuk Apa?

2 September 2022

Intelijen Prancis Kumpulkan Data Tokoh Muslim, Untuk Apa?

Beberapa tokoh Muslim Prancis telah dilacak dan dimasukkan daftar oleh intelijen Prancis karena mendukung politikus sayap kiri


3 Tokoh Ilmuwan Islam: Al Farabi, Al Khawarizmi, Ibnu Khaldun

8 April 2022

3 Tokoh Ilmuwan Islam: Al Farabi, Al Khawarizmi, Ibnu Khaldun

Tokoh ilmuwan Islam memberikan konteribusi besar terhadap ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini, antara lain Ibnu Khaldun.


Sejumlah Tokoh Indonesia Tuntut Rusia Hentikan Perang di Ukraina

30 Maret 2022

Sejumlah Tokoh Indonesia Tuntut Rusia Hentikan Perang di Ukraina

Bagi sebagian tokoh yang hadir, aksi 'Setangkai Kembang dan Satu Nyanyian' ini bak mengulang aksi anti perang 19 tahun lalu di Kedubes Rusia Jakarta.


6 Tokoh Wanita dan Ahli Bidang Bencana dan Kesehatan di Pusaran Berita

22 Desember 2021

6 Tokoh Wanita dan Ahli Bidang Bencana dan Kesehatan di Pusaran Berita

Para wanita ini datang dari latar belakang yang berbeda, mulai dari ahli geologi hingga dokter spesialis paru dalam penanganan pandemi Covid-19.


Elektabilitas Tokoh dan Partai Politik Bermunculan, Bedanya dengan Popularitas?

19 November 2021

Elektabilitas Tokoh dan Partai Politik Bermunculan, Bedanya dengan Popularitas?

Apakah defenisi elektabilitas yang makin kerap terdengar dari tokoh dan partai politik. Apa bedanya dengan popularitas?