Menteri Khofifah: Bantuan Pangan Non Tunai Rp 1,6 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri temu nasional, Alumni Universitas Muslim Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan. TEMPO/Iqbal Lubis

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri temu nasional, Alumni Universitas Muslim Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Surabaya - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta dinas sosial provinsi dan kota/kabupaten menguasai sistem penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

    "Tahun 2017 nilai BPNT mencapai Rp1,6 triliun. Jumlahnya begitu besar maka saya minta pemda dan dinsos menguasai mekanismenya," kata Khofifah dalam penutupan Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Perkotaan di Surabaya, Sabtu 11 Februari 2017.

    Menurut dia, pasti akan muncul pertanyaan-pertanyaan terkait sistem baru penyaluran bantuan ini. Seperti apa itu subsidi pangan dan apa bedanya dengan bantuan pangan. Dinsos, kata Menteri Khofifah, harus bisa menjelaskan hal itu kepada keluarga penerima manfaat (KPM).


    Baca juga:
    SBY Bernyanyi: Tuhan Kirimkan Aku Gubernur yang Baik Hati
    Cerita Djarot Gemas dan Cubit Paha Ahok Saat Debat

    Khofifah mengatakan pada 2017 ada 1,4 juta keluarga penerima manfaat Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan ditargetkan pada 2018 menjadi 10 juta KPM.

    Dia melanjutkan, BPNT merupakan arahan Presiden Joko Widodo. Dalam Rapat Terbatas Maret, April, dan Juni 2016, Presiden memberi arahan agar bansos makin diintegrasikan secara nontunai dan subsidi pangan akan dikonversi dengan bantuan pangan melalui kartu keluarga sejahtera (KKS).

    Adapun Presiden mengarahkan agar penerapan penyaluran bantuan pangan pengganti subsidi pangan yang dikenal sebagai raskin atau rastra dapat mulai diterapkan pada tahun 2017. Menteri Khofifah menjelaskan, subsidi pangan saat ini dikonversikan menjadi Bantuan Pangan Non-Tunai. "Bapak, ibu akan ditanya tentang hal ini. Maka kuasai hal ini karena secara terminologis mempunyai perbedaan yang signifikan," kata dia.

    Simak juga:
    Rekening Dipinjam GNPF-MUI, Ustad Adnin: Dasarnya Pertemanan
    Ketua PBNU Tahu Siapa Penggerak dan Tujuan Aksi 112

    Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Perkotaan diikuti 179 orang terdiri dari Kepala Dinas Sosial Provinsi, Kepala Dinas Sosial di 98 kota dan enam kabupaten,serta peserta tambahan dari Kabupaten Pali, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Samosir, Kota Waringin Timur, dan Kabupaten Bintan.

    "Ini kerja keras, kerja berat, dan kerja besar. Kita perlu bergandeng tangan bersama. Jika program ini sukses, kita pasti ikut lega melihat senyum bahagia para penerima manfaat yang telah berhasil dientaskan dari kemiskinan," kata Menteri Khofifah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.