Rekening Dipinjam GNPF-MUI, Ustad Adnin: Dasarnya Pertemanan

Reporter

Pendiri Yayasan Keadilan Untuk Semua Adnin Armas memberikan keterangan usai dirinya diperiksa di Bareskrim Polri atas dugaan tindak pencucian uang dirumahnya, 11 Februari 2017. TEMPO/Imam Hamdi

TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mengumpulkan dana Rp 3,8 miliar melalui Yayasan Keadilan Untuk Semua. Pendiri Yayasan Adnin Armas mengatakan dalam penggalangan dana tersebut GNPF MUI tak bisa membuka rekening karena bukan lembaga berbadan hukum.

"Akhirnya karena pertemanan antara ustad dengan ustad. Saya meminjamkan rekening yayasan ke GNPF untuk digunakan menggalang dana," ujarnya, Sabtu 11 Februari 2017. "Apalagi, yang ikut juga banyak dari luar Jakarta. Dan kami ingin membantu mereka. Mereka membutuhkan makan, dan banyak yang ingin menyumbang."

Baca:

Pendiri Yayasan Keadilan: Duit GNPF-MUI dari 4.000 Donatur

Namun, penggunaan dana sepenuhnya dikelola oleh GNPF-MUI. Penggalangan dana tersebut terakhir dikumpulkan pada Desember 2016. "Sebagian dana bantuan aksi Bela Islam kemarin, sudah terpakai. Sekarang dananya tinggal Rp 2 miliar lebih di rekening," ujarnya.

Dana tersebut dikumpulkan GNPF-MUI untuk membantu aksi Bela Islam 4 November dan 2 Desember kemarin. Total ada lebih dari 4.000 donatur yang membantu untuk aksi Bela Islam tersebut. Polisi menduga aliran dana yang dikumpulkan tersebut sebagai upaya GNPF-MUI untuk melakukan pencucian uang.

Baca:

Rumah Digeledah Kasus Duit GNPF MUI, Ustad Adnin: Anak Syok

GNPF-MUI Kelola Sumbangan Rp 3 Miliar, untuk Apa Saja?

Yayasan Keadilan Untuk Semua telah berdiri sejak 2014. Lembaga tersebut didirikan untuk memberikan bantuan kepada umat yang membutuhkan dan berbagai kegiatan sosial. "Bantuan tersebut merupakan infak dan sumbangan umat Islam, yang penduli untuk aksi kemarin," ucapnya.

Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI menggeledah rumah pendiri Yayasan Keadilan Untuk Semua, Adnin Armas di Jalan Metro Duta Raya Blok CC1 nomor 6 RT3 RW23 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu, 11 Februari 2017.

Penggeledahan tersebut untuk menyelidiki dugaan pencucian uang yang dilakukan GNPF MUI, yang menyimpan dana melalui Yayasan Keadilan Untuk Semua. Dari penggeledahan itu, polisi membawa dua buku tabungan BNI Syariah dan stempel Yayasan Keadilan Untuk Semua.

IMAM HAMDI


Baca:

Ketua GNPF MUI, Pencucian Uang, dan Dana Aksi Bela Islam
Senin, Ketua GNPF MUI Diperiksa soal Dugaan Pencucian Uang






Perda Kota Religius Depok Ditolak, Wali Kota: Kami Tidak Mengatur Jilbab dan Salat

13 jam lalu

Perda Kota Religius Depok Ditolak, Wali Kota: Kami Tidak Mengatur Jilbab dan Salat

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan tidak gentar untuk tetap melanjutkan pengesahan Perda Kota Religius.


Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

1 hari lalu

Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

Kemendagri tidak mengabulkan Rancangan Perda Kota Religius Depok dan wakil wali kota ingin tahu alasannya.


Wali Kota Depok Minta Warganya Kibarkan Bendera dan Dengarkan Pidato Nadiem Makarim Hari Ini

3 hari lalu

Wali Kota Depok Minta Warganya Kibarkan Bendera dan Dengarkan Pidato Nadiem Makarim Hari Ini

Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta warga dan juga para ASN untuk mengibarkan bendera setengah tiang kemarin. Mendengarkan pidato Nadiem Makarim.


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

6 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

6 hari lalu

Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok sudah berjalan di meja hijau.


Diinjak Lehernya Saat Dihukum Push Up, Sopir Truk Akhirnya Berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Depok

7 hari lalu

Diinjak Lehernya Saat Dihukum Push Up, Sopir Truk Akhirnya Berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Depok

Sopir truk Ahmad Misbah akhirnya berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri. Polisi menyatakan kasus ini telah selesai.


Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

9 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri menginjak sopir truk dan menghukumnya untuk push up


Viral Wakil Ketua DPRD Kota Depok Suruh Push Up Hingga Tendang Supir Truk

10 hari lalu

Viral Wakil Ketua DPRD Kota Depok Suruh Push Up Hingga Tendang Supir Truk

Wakil Ketua DPRD Kota Depok terekam melakukan perbuatan semena-mena terhadap seorang sopir truk.


Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Tanggapi Sindiran Jubir PKS yang Sebut Kota Solo Termiskin

14 hari lalu

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Tanggapi Sindiran Jubir PKS yang Sebut Kota Solo Termiskin

Gibran Rakabuming menyatakan penilaian Juru Bicara PKS soal Kota Solo sebagai salah satu daerah termiskin tidak adil.


PDIP Kota Depok Benarkan Pernyataan Hasto Kristiyanto: Depok Dibangun Serampangan

14 hari lalu

PDIP Kota Depok Benarkan Pernyataan Hasto Kristiyanto: Depok Dibangun Serampangan

Anak buah Hasto Kristiyanto di Kota Depok membenarkan pernyataan Sekjen PDIP itu. Depok dibangun asal-asalan dan serampangan.