Padang Luncurkan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi larangan merokok/kampanye anti rokok. Getty Images/ChinaFotoPress

    Ilustrasi larangan merokok/kampanye anti rokok. Getty Images/ChinaFotoPress

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) melalui Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 20 di daerah itu meluncurkan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah pada Sabtu untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya rokok.

    "Rokok merupakan langkah awal menuju narkoba. Dengan menyelamatkan generasi muda dari rokok, hendaknya mampu menyelamatkan mereka dari narkoba," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Barlius melalui Pengawas Sekolah setempat, Indra Jaya Nauman dalam kegiatan peluncuran kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah di SMP Negeri 20 Padang.

    Baca juga:
    Cerita Djarot Gemas dan Cubit Paha Ahok Saat Debat
    Rumah Digeledah Kasus Duit GNPF MUI, Ustad Adnin: Anak Syok

    Ia menerangkan penerapan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah sudah menjadi suatu ketetapan dari Kementerian Pendidikan sehingga perlu dilaksanakan maksimal.
    Apalagi, katanya, kondisi dunia saat ini akan berbeda dengan 10 tahun mendatang sehingga perlu menyiapkan para pelajar hari ini menjadi pemimpin dan kebanggaan bangsa di masa depan.

    "Hari ini mereka adalah pelajar, namun nanti mereka akan jadi pemimpin. Penerapan aturan ini dapat menjadi langkah baik untuk masa depan mereka," katanya.

    Ia menjelaskan lingkungan masyarakat dan orang tua tidak akan mampu menyiapkan generasi muda yang mengerti pentingnya menghindarkan diri dari bahaya merokok secara utuh sehingga dibutuhkan sekolah dan didikan para guru untuk mewujudkannya.

    "Kontrol sekolah itu penting, apalagi dengan pembinaan karakter siswa oleh guru profesional," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala SMP Negeri 20 Padang, Nitsam Geni mengatakan kegiatan peluncuran atau pendeklarasian kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah itu hendaknya dapat dipatuhi seluruh warga sekolah dan tamu yang berkunjung. "Mulai hari ini tidak ada lagi asap rokok atau pun puntung-puntung rokok di sekolah ini," ujarnya.

    Baca juga:
    Kebijakan Donald Trump Ancam Nyawa Bayi Iran

    GP Ansor: Jember Masuk Zona Merah Radikalisme

    Ia mengatakan program yang dijalankan bekerja sama dengan Ruang Anak Dunia Foundation tersebut bertujuan menghindarkan generasi muda dari bahaya rokok serta dampaknya bagi kesehatan. "Kami juga telah membagikan pin tanda menolak rokok dan hendaknya terwujud semestinya," ujarnya.

    Selain kegiatan peluncuran kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah pada Sabtu itu, SMP Negeri 20 melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan dalam even Gebyar SMP Negeri 20 di antaranya peluncuran buletin zona sekolah edisi perdana dengan sajian utama gebyar kawasan tanpa rokok.

    Dalam buletin tersebut juga disajikan berbagai bacaan terkait kreativitas siswa dalam bidang unit kesehatan sekolah, pramuka, bulu tangkis, cerpen, puisi, sastra serta upaya sekolah menuju adiwiyata.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?