Ketua GNPF MUI Berpidato di Aksi 112, Ini Pesannya ke Umat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir memberikan keterangan terkait aksi 112. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir memberikan keterangan terkait aksi 112. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir mengajak umat Islam untuk revolusi akhlak. Menurut dia hal ini akan menjadikan umat Islam lebih bermartabat.

    Salah satu bentuk dari revolusi akhlak ino adalah dengan tidak mudah terprovokasi dan cinta damai.

    "Kalau ada ancaman atau tekanan, balaslah kejahatan yang menimpa kita dengan kebaikan," kata Bachtiar dalam pidatonya di Aksi 112 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 11 Februari 2017.

    Baca:

    Begini Ketatnya Pengamanan Aksi 112 di Masjid Istiqlal

    Ketua PBNU Tahu Siapa Penggerak dan Tujuan Aksi 112

    Selain itu, Bachtiar mengajak umat agar menjaga tutur kata saat menggunakan media sosial. Umat diminta tetap beretika baik di dunia nyata maupun dunia maya. "Saran saya di medsos jangan banyak keluarkan kata-kata kotor. Siap akhlakul karimah di Medsos? tanyanya pada ribuan peserta aksi 112 yg hadir. "Siap," jawab para jamaah.

    Menurut Bachtiar, bila umat Islam di tengah provokasi tetap mampu menjaga kedamaian dan akhlaknya, maka ia yakin Indonesia akan jadi negara paling bermartabat di dunia.

    "Ciri umat Islam menebarkan kedamaian. Siap revolusi akhlak?" ucapnya.

    Sejak malam hingga siang ini, ribuan umat Islam memadati Masjid Istiqlal dan sekitarnya. Mereka menyerukan agar kriminalisasi terhadap ulama dihentikan. Selain itu mereka juga meminta agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama ditahan terkait kasus dugaan penistaan agama.

    AHMAD FAIZ

    Baca:
    Beredar Rekaman & Foto Mesum Firza, Ini Prakiraan Sumbernya
    Pengacara: Penangkapan Firza Husein Bermuatan Politis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.