Rizieq Syihab Minta Pemerintah Jangan Provokasi Umat Islam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab melambaikan tangan kearah media saat tiba di Gedung Bareskrim Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, 3 November 2016. TEMPO/Subekti.

    Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab melambaikan tangan kearah media saat tiba di Gedung Bareskrim Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, 3 November 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab mengatakan pemerintah seharusnya merangkul umat Islam, bukan memusuhinya. Ia berharap antara umat Islam dan pemerintah mengedepankan dialog demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Saya minta para ulama, habib jaga diri dan jaga umat," kata Rizieq dalam pidatonya dalam aksi 112 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 11 Februari 2017.

    Baca juga:
    Mabes Polri Sarankan Rizieq Datangi Polda Jabar Usai 112
    Rizieq Syihab Siap ke Polda Jabar Usai Aksi 112

    Ia meminta pemerintah tidak menunjukkan langkah yang provokatif, seperti mengkriminalkan ulama. "Kalau dibiarkan, itu akan menjadi provokasi dan ulama akan sulit memberikan pengertian kepada umat," ucapnya.

    Menurut Rizieq, bila pemerintah menghormati para ulama, niscaya umat Islam akan menghormati mereka. “Siap bela ulama? Siap bela kiai? Siap bela habib? Siap bela Islam?” tanya Rizieq kepada para peserta aksi 112. "Siap," jawab mereka.

    Silakan baca: Pemimpin FPI Rizieq Syihab Hadiri Aksi 112, Ini Kata Polri

    Rizieq pun meminta semua pihak menghentikan saling melempar fitnah. Ia berujar, dia sudah kenyang dengan fitnah. Ia menegaskan kabar soal perzinaan dan perselingkuhannya dengan Firza Husein yang ramai di media sosial adalah kabar bohong. "Cukuplah fitnah itu," tuturnya.

    Ia mengajak para umat bertutur kata yang baik kepada siapa pun dan di mana saja, termasuk di media sosial.

    AHMAD FAIZ

    Simak: Anies-Sandi dan Agus Hadir dalam Aksi 112 di Masjid Istiqlal  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.