Mobil Diterjang Air Bah, Perwira Polda NTB Meninggal Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat, 22 Desember 2016. Tempo/Akhyar M. Nur

    Suasana banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat, 22 Desember 2016. Tempo/Akhyar M. Nur

    TEMPO.CO, Mataram - Seorang perwira Sekolah Polisi Negara Kepolisan Daerah Nusa Tenggara Barat  Ajun Komisaris Besar Lenap, 56 tahun, tewas akibat terseret air bah di sungai yang dilintasinya, Sabtu dini hari, 11 Februari 2017.

    Korban melintasi jembatan di Dusun Pedamekan, Desa Belanting karena tiga jembatan yang menghubungkan desa lain di Lombok Timur putus akibat terjangan banjir  tiga hari sebelumnya.

    Korban menuju Sekolah Polisi Negara mengendarai mobil Karimun memutar melewati Kabupaten Lombok Utara. ''Sewaktu melintasi sungai di sana, tiba-tiba datang air bah yang menghanyutkannya,'' kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTB Tri Budi Pangastuti.

    Baca:  7 Kecamatan Tergenang, 40.219 Jiwa Terdampak Banjir Sumbawa

    Korban beserta kendaraannya ditemukan oleh warga sekitar pukul 07.00 WITA  dalam keadaan meninggal dunia.

    Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat Muhammad Rum mengatakan pada Kamis 9 Februari 2017 pukul 02.00  terjadi banjir bandang di Desa Sambelia. Banjir mengakibatkan putusnya jembatan di kota kecamatan sehingga menyulitkan akses dari dari arah Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya.

    Banjir terjadi lagi pada Sabtu 11 Februari 2017 pukul 02.30 WITA setelah hujan lebat mulai tengah malam. Di Desa Sambelia, banjir memutuskan jembatan serta akses jalan. Selain itu, dua rumah hanyut total dan  11 rumah hanyut separuhnya. Di Desa Sugian, tanggul Sungai Kokok Pedek jebol sehingga akses jalan terganggu. Satu ekolah dasar rusak berat, satu rumah rusak berat, 75 rumah rusak ringan.

    Simak: Ini Penyebab Ledakan di Rumah Asrun, Wali Kota Kendari

    Di Desa Darakung, daerah Mengabaya, banjir juga mengakibatkan akses jalan terputus. Hal yang sama dialami Dusun Batusela sehingga sehingga warga terisolir.

    Banjir juga melanda Kabupaten Sumbawa selama lima hari terakhir ini. Dikutip dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, terdapat 40.291 jiwa penduduk terdampak banjir di tujuh kecamatan se-Sumbawa, yaitu Kecamatan Labuan Badas, Empang, Terano, Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Utara dan Moyo Hilir.

    Sebanyak 40.291 jiwa terdampak banjir. Banjir di  Labuan Badas, Empang, Terano, Sumbawa, dan Unter Iwes menyebabkan 31.670 jiwa atau 8.375 kepala keluarga turut terdampak. Saat ini banjir mulai berangsur surut.

    Lihat: Usut Gambar Palu-Arut di Pamekasan, Polisi Selidiki Pelaku

    Sedangkan banjir di Kecamatan Moyo Utara menybabkan  5.669 jiwa atau 1.402 kepala keluarga ikut terdampak dan di Kecamatan Moyo Hilir 2.952 jiwa masih tergenang banjir 30-70 sentimeter.

    Pengungsi bolak-balik ke rumah dari tempat pengungsian di masjid dan kantor pemerintah daerah. Sedangkan pengungsi yang terisolir di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir bertahan dengan memanfaatkan rumah panggung, baik milik pribadi atau tetangga. Pengiriman bantuan terkendala karena tidak dapat diakses oleh kendaraan, hanya dapat dengan perahu karet.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.