8 Sekolah Ini Berani Turunkan Iklan Rokok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Murid SMPN 7 dan SMPN 2 Bandung menunjukkan stiker kampenye lingkungan sekolah bebas iklan dan penjual rokok di Bandung, Jawa Barat, 13 November 2015. Aksi yang bertema #TolakJadiTarget ini digelar serentak di 360 sekolah di lima kota di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    Murid SMPN 7 dan SMPN 2 Bandung menunjukkan stiker kampenye lingkungan sekolah bebas iklan dan penjual rokok di Bandung, Jawa Barat, 13 November 2015. Aksi yang bertema #TolakJadiTarget ini digelar serentak di 360 sekolah di lima kota di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Delapan sekolah di Kota Bekasi dan Tangerang Selatan, Jumat, 10 Februari 2017 secara bersamaan membersihkan lingkungan sekolah mereka dari 'serangan' iklan rokok.

    Sekolah tersebut di antaranya lima sekolah di Kota Bekasi yakni SMPN 1, SMPN 4, SMPN 17, SMPN 23, dan SMPN 6 serta tiga sekolah di Kota Tangerang Selatan yakni SMPN 2, SMAN 8, dan SMKN 1.

    Menurut Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari pembersihan iklan rokok di Bekasi didukung penuh dari Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu.

    Berita terkait: Sekolah di Lima Kota Menolak Menjadi Sasaran Industri Rokok

    Penurunan iklan rokok di sekitar sekolah ini adalah bentuk penolakan siswa, guru serta masyarakat sekitar sekolah terhadap perusahaan rokok yang dengan sengaja meletakkan iklan rokok di sekitar sekolah untuk menargetkan anak-anak sebagai perokok pengganti.

    "Aksi penurunan iklan rokok ini juga didukung oleh Camat Pondok Gede, Bekasi serta Satpol PP yang membantu siswa dan guru dalam menurunkan iklan rokok serta menggantinya dengan spanduk baru yang berisi ajakan untuk melindungi anak dan generasi penerus dari target industri rokok," kata Lisda dalam siaran pers yang diterima Antara, Jumat, 10 Februari 2017.

    Total terdapat 15 iklan rokok yang berhasil diturunkan di sekitar lingkungan di lima sekolah di Kota Bekasi itu.

    Baca juga: Begini Cara Iklan Menggoda Otak Anda

    Senada dengan sekolah-sekolah di Kota Bekasi, tiga sekolah di Kota Tangerang Selatan juga menolak menjadi target indusri rokok dengan menurunkan iklan rokok yang menjamur di sekitar sekolah mereka.

    Penurunan iklan rokok ini adalah aksi lanjutan dari berbagai aksi kreatif tolak jadi target yang digelar pada Desember lalu.

    "Selain itu para pelajar ini juga telah mensosialisasikan mengenai penolakannya menjadi target industri rokok sekaligus menggalang dukungan dari siswa dan guru serta masyarakat sekitar sekolah mereka," kata dia.

    Pendampingan pada sekolah ini dilakukan juga Lentera Anak bersama dengan Dinas Pendidikan di lima Kota di Indonesia, yakni Kota Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor.

    Lihat pula: Faisal Basri Sebut Iklan Rokok Menyesatkan Masyarakat

    Program pendampingan ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran kritis siswa, guru dan masyarakat luas pada taktik industri rokok yang terus menargetkan anak-anak.

    "Kegiatan ini bertujuan untuk melindungi dan memperkuat anak-anak agar mampu menolak menjadi target industri rokok yang dengan sengaja menempatkan iklan rokok di sekitar sekolah," ucap dia.

    Selain di Bekasi dan Tangerang Selatan, saat ini, Lentera Anak bersama Gagas Foundation bahkan sudah berhasil menurunkan iklan rokok di 15 sekolah di Kota Mataram.

    Sementara Kota Padang bekerjasama dengan Ruandu Foundation, akan melakukan penurunan iklan rokok di sekitar sekolah pada pertengahan Februari ini setelah sebelumnya mendapat dukungan penuh dari Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah pada awal Februari lalu.

    Baca pula: Muhammadiyah Setuju Harga Rokok Naik

    Lisda mengaku dari hasil monitoring Tim Lentera Anak pada tahun 2016 ditemukan 61 merek rokok yang mengepung sekolah-sekolah di lima kota ini.

    Penempatan iklan rokok di sekitar sekolah ini ditujukan agar anak-anak terpengaruh untuk mulai merokok, sebagaimana disebutkan dalam hasil studi Komnas Perlindungan Anak dan Universitas Muhammadiyah Prof.DR. HAMKA (UHAMKA) pada 2007, sebanyak 46,3 persen anak mengaku terpengaruh merokok karena melihat iklan rokok.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?